Jitunews.Com
17 September 2020 20:15 WIB

Ajak Milenial Main ke Tidung, Pertamina Ingatkan Soal Kelestarian Alam

Elang Bondol menjadi salah satu obyek pengembangan hayati Pertamina

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III melakukan pelestarian mangrove dan terumbu karang untuk memperkaya keragaman hayati di Pulau Tidung (Pertamina)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pulau Tidung, salah satu pulau di gugusan Kepulauan Seribu, sudah dikenal sebagai salah satu tempat wisata bahari. Pesona alamnya menjadi magnet bagi penggemar wisata laut untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti snorkeling, diving, atau sekedar berjalan di pinggir pantai menikmati pasir putih dan keragaman hayati di sekitar pulau.

Siapa sangka, keindahan Pulau Tidung ini juga menarik minat Elang Bondol, salah satu hewan yang sering terlihat mengitari pulau. Sebagai spesies burung pemangsa, Elang Bondol ini mengincar hewan kecil seperti serangga, ikan, kepiting dan biota laut lainnya, namun relatif aman untuk habitat manusia.



Ahok Minta Kementerian BUMN Dibubarkan, Dahlan Iskan: Bukan Pemikiran Baru

Melihat pentingnya pulau ini, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III melakukan pelestarian mangrove dan terumbu karang untuk memperkaya keragaman hayati di Pulau Tidung. Pada kegiatan ini, Pertamina menggandeng perwakilan Duta Sahabat SEMATA (Save Maskot Jakarta) Pertamina, Karang Taruna Pulau Tidung, serta Kelurahan Pulau Tidung.

“Keberadaan mangrove dan terumbu karang sangat penting dalam rangka menjaga ekosistem rantai makanan Elang Bondol. Karena itu, kami bersama Sahabat SEMATA, serta masyarakat Pulau Tidung melakukan kampanye ini untuk meningkatkan kepedulian pada ekosistem,” jelas Unit Manager Communication Relations MOR III Eko Kristiawan, Kamis (17/9).

Elang Bondol menjadi salah satu obyek pengembangan hayati Pertamina. Hal ini karena Elang Bondol, merupakan maskot DKI Jakarta yang berarti penting untuk dijaga keberlangsungannya. Saat ini, Elang Bondol telah menjadi hewan endemik yang dilindungi UU No.5 Tahun 1990 dan diatur dalam PP No.106 Tahun 2018. Selain itu, International Union for Conservation of Nature (IUCN) menetapkan statusnya sebagai Least Concern (rentan kepunahan).

“Sejak tahun 2016, Pertamina bekerja sama dengan Jakarta Animal Aids Network (JAAN) untuk melestarikan Elang Bondol. Selain karena sebagai simbol DKI Jakarta, kami meyakini elang ini memiliki posisi yang penting pada rantai makanan,” jelas Eko.

Ana Askuri Ketua Karang Taruna Pulau Tidung mengapresiasi upaya Pertamina, terlebih dengan menggandeng generasi muda yang berasal dari wilayah Pulau Tidung sendiri.

“Banyak anak muda potensial yang mau bergerak dan peduli pada kelangsungan ekosistem, terutama habitat Elang Bondol sebagai maskot Jakarta. Sebagai generasi penerus, kami berkomitmen untuk menjaga keragaman hayati ini sebaik-baiknya,” jelasnya.

Selain penanaman mangrove dan terumbu karang, Pertamina berencana mengembangkan potensi wisata Pulau Tidung, dengan membuat media edukasi mengenai Elang Bondol. Media edukasi ini akan meningkatkan pemahaman masyarakat terutama wisatawan yang berkunjung di Pulau Tidung, mengenai keberadaan Elang Bondol serta keunikannya sebagai hewan yang perlu dilestarikan.

“Dengan menjaga habitat Elang Bondol ini, kami berharap masyarakat bisa melihat secara langsung keberadaan Elang Bondol. Terutama bagi masyarakat Jakarta, sehingga akan menimbulkan kebanggaan pada maskot ibukota ini,” tutup Eko.

Bertemu Erick Thohir, Ahok Dapat Pesan
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita