Jitunews.Com
16 September 2020 16:30 WIB

Sebagian Besar Masyarakat Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Survey dilakukan oleh Polmatrix Indonesia pada tanggal 1 hingga 10 September via telepon

Ilustrasi. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hasil survey yang dilakukan oleh Polmatrix Indonesia menyebut bahwa sebagian besar masyarakat meminta pemerintah untuk menunda digelarnya Pilkada Serentak 2020 mengingat adanya situasi pandemi Covid-19 dan diperketatnya aturan PSBB.

Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto juga menyebut bahwa hal tersebut tak terlepas dari adanya kekhawatiran publik mengenai munculnya klaster baru Covid-19 dalam tahapan penyelenggaraan Pilkada.

"Temuan survei menunjukkan publik lebih memilih opsi Pilkada Serentak 2020 untuk ditunda di seluruh daerah, sebanyak 72,4 persen responden, karena khawatir kerumunan massa dalam Pilkada akan menciptakan klaster baru Covid-19," kata Dendik Rulianto dalam siaran persnya dikutip dari Antaranews pada Rabu (16/9).



Ahmad Doli Kurnia Khawatir Pilkada Serentak Picu Klaster Baru Covid-19

Sedangkan yang menginginkan Pilkada tetap digelar sesuai jadwal sebanyak 10,6 persen, dan 4,9 persen lainnya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Menurut Dendik, tahapan awal seperti pendaftaran bakal calon telah terbukti membuat kerumunan massa pendukung, belum lagi nanti saat memasuki masa kampanye.

"Dengan pola kampanye yang masih mengandalkan pengumpulan massa, virus akan lebih cepat menular. Dampaknya daerah-daerah tersebut bisa menerapkan kembali PSBB yang berujung pada hancurnya perekonomian dan penghidupan masyarakat," tutur Dendik.

Untuk diketahui, sedikitnya 63 orang bakal calon kepala daerah yang akan berkompetisi pada Pilkada Serentak 2020 saat ini diketahui positif terinfeksi Covid-19, dan jumlahnya kemungkinan bisa bertambah serta banyak pihak juga meragukan efektifitas penerapan protokol kesehatan dalam Pilkada.

Kian Bertambah, Pasien Meninggal Akibat Covid-19 Mencapai 9.100
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita