Jitunews.Com
15 September 2020 12:01 WIB

Heran Penusuk Ulama Disebut Gila, Tengku Zulkarnain: Tapi Kalau yang Dianiaya Pejabat Dinyatakan Teroris Radikalis

Tengku Zulkarnain tak yakin penusuk Syekh Ali Jaber mengalami gangguan jiwa

Tengku Zulkarnain (Instagram)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain tak yakin pelaku penusuk Syekh Ali Jaber mengalami gangguan jiwa. Ia merasa heran pelaku penganiayaan terhadap ulama selalu dinyatakan gila. Sementara apabila pejabat yang menjadi korban penganiayaan maka pelaku dinyatakan radikal.

"Apakah ada negara yg setiap ada kejadian penikaman atau penganiayaan terhadap Ulama dan Aktivis dakwah, pasti pelakunya ORANG GILA...? Tapi kalau yg dianiaya Pejabat langsung dinyatakan Pelakunya Teroris Radikalis...? Negara mana itu? Hebat ya. Orang Gila hanya memilih Da'i..," tulis Tengku Zulkarnain di akun Twitternya, Senin (14/9/2020).

Tengku Zulkarnain mempertanyakan siapa aktor dibelakang kasus penusukan Syekh Ali Jaber. Pasalnya, Ia menilai ceramah Syekh Ali Jaber menyejukkan.



Jenguk Syekh Ali Jaber, Mahfud Janji Tuntaskan Perkara Secara Terbuka

"Ceramah tegas dan keras DIMUSUHI. Ceramah Lucu DIHINA. Dibilang tdk BERMUTU. Eee Giliran Ceramah Adem, Malah DITUSUK, Siapa Gerombolan Mereka Itu? Apa Ada Hubungan dgn Gerakan September..? Ada yg Bisa Bantu Jawab...?," lanjutnya.

Diketahui, Syekh Ali Jaber ditusuk saat mengisi sebuah kajian di Bandar Lampung pada Minggu (13/9/2020). Ia mengalami tusukan yang dalam di bagian lengannya. Meski demikian, ia mengaku dalam kondisi yang baik-baik saja.

 

Menag: Apa pun Alasannya, Tidak Diperbolehkan Menusuk Orang lain, Apalagi Ulama
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita