Jitunews.Com
11 September 2020 05:45 WIB

Walk Out dari Sidang Daring, Jerinx: Kemungkinan Keputusan yang Diambil Kurang Tepat

Jerinx merasa hak-haknya tidak terwakilkan sepenuhnya karena sidang digelar secara daring.

Jerinx (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Musisi kontroversial Jerinx kembali mencuri perhatian publik usai memutuskan untuk keluar atau walk out dari sidang perdana kasus UU ITE yang digelar secara daring pada Kamis (10/9).

Pemilik nama lengkap I Gede Ari Astina itu mengaku sangat keberatan atas sidang yang dilakukan secara daring.

Majelis hakim memimpin sidang dari Pengadilan Negeri Denpasar, sedangkan jaksa penuntut umum dari Kantor Kejaksaan Negeri Denpasar. Terdakwa dan kuasa hukumnya berada di Polda Bali.



Sidang Perdana Kasus 'IDI Kacung WHO', Jerinx Terancam 6 Tahun Penjara

Protes Jerinx dan pengacaranya terhadap teknis pelaksanaan sidang tak dikabulkan. Alhasil, sidang terus berjalan hingga Jerinx memilih keluar.

“Maaf, Yang Mulia, saya sebagai terdakwa menolak sidang secara online. Jika dipaksakan saya memilih keluar dari sidang ini,” kata Jerinx sebelum berdiri dan meninggalkan ruang sidang di Polda Bali.

“Mohon maaf, Yang Mulia, saya tetap menolak sidang online. Karena saya merasa hak-hak saya tidak terwakilkan sepenuhnya. Yang Mulia juga tidak bisa melihat gestur saya. Yang Mulia juga tidak bisa membaca gestur tubuh saya. Kemungkinan keputusan-keputusan yang diambil nanti kurang tepat,” ujar suami Nora Alexandra itu.

Namun, majelis hakim yang dipimpin Ida Ayu Adnya Dewi, dan dua anggota Made Pasek, dan I Dewa Made Budi Watsara, bersikeras menetapkan sidang tetap digelar online sesuai MoU. Hal itu ditempuh sebagai upaya menjaga kesehatan beberapa pihak di tengah wabah COVID-19.

“Kami sudah menetapkan, ya. Dilanjutkan pembacaan dakwaan,” kata Adnya Dewi.

Otong Hendra Rahayu selaku Jaksa Penuntut Umum pada akhrinya tetap membacakan surat dakwaan di hadapan sidang meskipun terdakwa sudah keluar.

Dalam surat dakwaan, Jerinx dinyatakan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi berupa postingan atau unggahan pada akun Instagram @jrxsid.

Postingan itu dibuat pada 13 Juni 2020 dan 15 Juni 2020 yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) kepada IDI Bali.

“Atas perkara ini, JRX didakwa dengan dua Pasal yaitu Pasal 28 ayat (2) Jo. Pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 ayat (1) KUHP,” tegas Otong, saat membacakan dakwaan tersebut.

Selain itu, JRX juga didakwa dengan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Melalui postingan di akun Istagramnya, Jerinx SID menuliskan, “Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan RS seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan dites COVID-19. Sudah banyak bukti kalau hasil tes sering ngawur kenapa dipaksakan? Kalau hasil tesnya bikin stress dan menyebabkan kematian pada ibu/bayinya. Siapa yang tanggung jawab?”.

Jerinx Walk Out dari Sidang Pertamanya, PN Denpasar Sebut Itu Bentuk Pelanggaran
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita