Jitunews.Com
8 September 2020 15:19 WIB

Sebut Korupsi Lebih Berbahaya, Refly Harun Sindir Menag: Kenapa Radikalisme yang Selalu Dijual?

Refly Harun sebut pernyataan Menag soal radikalisme masuk masjid melalui orang good looking tidak produktif

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun (Media Indonesia)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun turut mengomentari pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi terkait radikalisme masuk masjid melalui orang-orang yang good looking. Menurutnya, pernyataan Menag hanya membuang-buang waktu.

"Pernyataan Menag soal good looking, radikalisme dan hafiz, itu tidak produktif. It's all about politik, soal persaingan, soal kekuasaan," kata Refly Harun di channel YouTubenya yang berjudul 'Gatot Nurmanty0: Tangkap Saya, sayalah yang makar' yang jitunews lihat pada Selasa (8/9/2020).

Pada video tersebut, Refly menyinggung soal kasus korupsi yang sangat merugikan Indonesia. Ia juga memaparkan data dari ICW tentang ratusan kasus korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Agung, KPK, dan kepolisian.



Tolak Sertifikasi Ulama, PA 212: Kemenag Kurang Kerjaan

Ia menilai korupsi justru lebih berbahaya daripada radikalisme. Namun ia heran kenapa radikalisme justru terkesan paling berbahaya.

"Kenapa radikalisme yang selalu dijual? Seolah-olah radikalisme jauh lebih berbahaya daripada korupsi," ujarnya.

Lebih lanjut, Refly Harun yang juga satu gerbong dengan Gatot Nurmantyo dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tersebut berharap agar Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan.

PA 212 Sebut Sertifikasi Dai Dapat Mengadu Domba Anak Bangsa
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita