Jitunews.Com
28 Agustus 2020 06:00 WIB

Pertamina Mau Dibubarkan Bila Rugi, Ahok Diminta Pahami Secara Bijak

Laode mengajak Ahok maupun semua pihak yang mengkritik Pertamina agar dapat menyikapi kerugian yang ditaksir Rp11 triliun itu secara bijak.

Basuki Tjahaja Purnama / Ahok (Detikcom)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Anggota Ombudsman RI Laode Ida ikut berkomentar soal pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berniat meniadakan Pertamina apabila nantinya merugi.

Laode menilai keberadaan PT Pertamina sebagai BUMN migas adalah menjamin ketersediaan atau kebutuhan minyak dan gas nasional bagi seluruh warga.

"Saya terkejut membaca pernyataan Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang mengesankan tidak mengetahui tentang penyebab kerugian itu. Apalagi sudah 'viral' luas di media sosial, adanya pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang secara tegas menyatakan bahwa jika dalam 7 bulan menjabat Komut PT Pertamina tidak untung, maka Pertamina akan dibubarkan,” ujar Laode dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis (27/8).



Konsumsi BBM Kembali Tumbuh, Pertamina Tingkatkan Layanan dengan Bright Store

Menurutnya, belum ada BUMN yang mampu menggantikan posisi Pertamina untuk urusan migas. Sehingga gagasan Ahok itu dirasa sangat sensitif jika Pertamina ditiadakan hanya karena mengalami kerugian yang bersifat temporer.

Oleh karena itu, Laode mengajak Ahok maupun semua pihak yang mengkritik Pertamina agar dapat menyikapi kerugian yang ditaksir Rp11 triliun itu secara bijak.

“Saya berharap masyarakat 'dingin' saja atau tak terprovokasi ketika membaca pernyataan yang juga ditayangkan melalui video singkat itu," lanjut Laode.

Dia juga meminta Ahok tidak mengeksploitasi kerugian itu dengan kesan politis. Sebab, Ahok selaku Komut bisa memanggil jajaran Direksi PT Pertamina untuk mengklarifikasi persoalan yang ada.

"Sekali lagi, perlulah juga mendalami atau memahaminya secara bijak. Pertama, mungkin perlu tracking posisi untung rugi usaha BUMN holding migas nasional itu dalam beberapa tahun. Apakah sama juga dengan tahun ini, yakni rugi? Kedua, jika kerugian baru terjadi di tahun 2020 ini, perlu juga mengkajinya apakah terkait dengan pandemi Covid-19? Saya duga ada korelasi positifnya. APBN saja alami defisit yang luar biasa sebagai dampak wabah Covid-19," saran Laode.

Namun di tengah kesulitan ekonomi saat ini, Laode bersyukur Pertamina tidak melakukan PHK besar-besaran.

"Saya sadar bahwa mungkin tidak akan ada makhluk ajaib yang bisa menjadikan bisnis PT Pertamina meraup untung bencana atau wabah Covid-19 yang menggoncang dunia di tahun 2020 ini," pungkasnya.

Ahok Berniat Bubarkan Pertamina Jika Rugi, Begini Respons Ombudsman
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita