Jitunews.Com
10 Agustus 2020 15:40 WIB

Taipan Media Hong Kong Jimmy Lai Ditangkap, Aktivis: Akhir dari Kebebasan Pers

Jimmy Lai ditangkap karena diduga telah bersekongkol dengan pihak asing yang membahayakan keamanan nasional Hong Kong

Jimmy Lai saat ditangkap oleh Kepolisian Hong Kong (Nypost)

LONDON, JITUNEWS.COM - Salah satu aktivis pro-demokrasi Nathan Law pada Senin (10/8) menyebut aksi penangkapan taipan media, Jimmy Lai, oleh kepolisian Hong Kong sebagai upaya yang 'gila' dan menandai akhir dari kebebasan pers di negara tersebut, dibawah UU Keamanan Nasional baru yang diberlakukan oleh pemerintah China daratan terhadap wilayah bekas koloni Inggris tersebut.

"Penangkapan yang gila," kata Law, dikutip dari Reuters.

"Akhir dari kebebasan pers di Hong Kong. UU Keamanan Nasional telah mengakhiri kebebasan masyarakat, dan menyebar politik ketakutan," tambahnya.



FIlipina Segera Uji Coba Obat Covid-19 Buatan Jepang, Avigan

Sebelumnya, pihak kepolisian pada Minggu malam waktu setempat mendatangi kediaman Lai dan kemudian menggeledah kantor media Apple Daily.

Dalam cuitan Twitternya, Mark Simon, petinggi Next Media Group, mengatakan bahwa Jimmy Lai "ditangkap karena (diduga) bersekongkol dengan sejumlah pihak asing yang membahayakan keamanan nasional."

Jimmy Lai merupakan kalangan kelas pertama Hong Kong yang diamankan oleh pemerintah sejak UU Keamanan Nasional mulai diberlakukan di Hong Kong. Penangkapan tersebut tentunya menuai kecaman dari banyak pihak pro demokrasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Sebelumnya, banyak pihak yang memperkirakan jika UU tersebut sengaja diberlakukan untuk meredam kritik yang dilontarkan oleh masyarakat melalui pers kepada pemerintah Hong Kong.

Menurut Reuters, Jimmy Lai sering berkunjung ke Washington dimana ia diduga melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi AS, seperti Mike Pompeo, yang selama ini mendukung demokrasi Hong Kong. Oleh karena itu, Beijing menganggapnya sebagai seorang 'pengkhianat'.

Gelar Aksi Protes di Bangkok, Massa Minta Dua Aktivis Pro-Demokrasi Dibebaskan
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita