Jitunews.Com
28 Juli 2020 13:39 WIB

Soal Salat Idul Adha di Tengah Pandemi, MUI: Mempertimbangkan Kondisi Faktual

Salat Idul Adha harus mempertimbangkan kondisi faktual di tengah pandemi virus corona

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2014-2017, Dr. H.M. Asrorun Ni’am Sholeh (ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan pelaksanaan salat Idul Adha harus mempertimbangkan kondisi faktual di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Pelaksanaan salat Idul Adha pada 10 Dzulhijah yang bertepatan pada hari Jumat besok, salat Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah. yang menjadi salah satu syiar min syarril Islam, pelaksanaan salat Idul Adha pada data covid yang belum sepenuhnya terkendali harus terus mempertimbangkan kondisi faktual di tengah masyarakat kita," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam, dalam tayangan yang disiarkan akun YouTube BNPB, Selasa (28/7).

Asrorun mengatakan bahwa masyarakat boleh melaksanakan salat Id berjamaah di wilayah yang sudah terkendali. Namun, masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan.



Aksi Digelar di Tengah Pandemi Covid-19, MUI: Pemerintah Saja Tak Peduli

"Ketika kita berada di suatu kawasan yang sudah terkendali, maka pelaksanaan salat Idul Adha dapat dilaksanakan di masjid secara berjamaah, di musala, di tanah lapang, di gedung atau tempat yang lain, tapi harus tetap istiqomah menjalankan protokol kesehatan, pakai masker, wudhu dari rumah, bawa sajadah sendiri, jaga jarak, kemudian memastikan kondisi kesehatan tetap fit," ujarnya.

Asrorun meminta masyarakat yang berada di wilayah yang tidak aman melaksanakan salat di rumah.

"Namun, ketika kita berada di kawasan yang angka penularannya masih menunjukkan tren meningkat bahkan berada di daerah kualifikasi hitam, maka pelaksanaan salat Idul Adha sebaiknya tetap di rumah bersama keluarga," ujar Asrorun.

Klepon Tidak Islami Bikin Gaduh, MUI: Usut Tuntas Pengunggah dan Penyebar!
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita