Jitunews.Com
27 Juli 2020 20:46 WIB

Minta Polisi Tak Gegabah, Kriminolog UI Menduga Pelaku Merancang Kematian Yodi Prabowo

Kriminolog UI meminta polisi tidak gegabah menyimpulkan kematian Yodi Prabowo

Ilustrasi Pembunuhan (netralnews.com)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kriminolog Universitas Indonesia, Hamidah Abdurrahman buka suara terkait kesimpulan polisi yang menyatakan kematian editor Metro TV Yodi Prabowo karena bunuh diri. Ia menduga ada pelaku yang sudah merancang kematian Yodi dengan sedemikian rupa sehingga terkesan bunuh diri.

Hamidah pun meminta kepada pihak kepolisian agar tidak menyimpulkan penyabab kematian Yodi Prabowo hanya dengan beberapa bukti saja.

"Saya harap polisi tidak gegabah menyimpulkan almarhum Yodi bunuh diri, hanya dengan melihat sidik jari almarhum," kata Hamidah seperti dilansir RRI, Senin (27/7/2020).



Perkembangan Terbaru Kasus Editor Metro TV, Polisi Temukan Barang Bukti Rambut

"Karena bisa saja terjadi hal tersebut disengaja oleh pelaku untuk menutupi perbuatannya. Polisi pasti tahu dan bisa membedakan mana bunuh diri, mana pembunuhan," ujarnya.

Sementara itu, orang tua Yodi Prabowo, Suwandi mengatakan tidak mungkin anaknya meninggal karena bunuh diri. Ia melihat keseharian Yodi tidak mununjukkan tanda-tanda depresi sebagaimana yang diungkapkan oleh pihak kepolisian.

"Tadi dikatakan bahwa anak saya itu depresi. Okelah dari hasil labfor dari hasil rumah sakit Polri seperti yang diketahui itu. Tapi dihari-harinya itu dia tidak menampakkan depresi," ujar Suwandi.

Polisi Sebut Sidik Jari di Pisau Dapur Milik Editor Metro TV, Korban Bunuh Diri?
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita