Jitunews.Com
13 Juli 2020 19:25 WIB

Saifullah Tamliha: Indonesia Kehilangan Roh Kebangsaan Tanpa Pelajaran Pancasila

Dan ketika era reformasi dimulai dan berjalan, semua produk atau kebijakan yang dikeluarkan oleh orde baru dianggap tidak baik.

Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota MPR Fraksi PPP, Saifullah Tamliha mengatakan dihilangkannya mata pelajaran Pancasila dari dunia pendidikan membuat bangsa Indonesia kehilangan roh kebangsaan.

Dia menceritakan ketika dirinya sekolah kerap menjadi juara dalam lomba cerdas cermat dan pidato tentang Pancasila. Diakui pada masa Orde Baru, di bangku sekolah hingga kuliah diberi mata pelajaran Pancasila, lewat PMP atau mata kuliah Pancasila.

Dan ketika era reformasi dimulai dan berjalan, semua produk atau kebijakan yang dikeluarkan oleh orde baru dianggap tidak baik.

“Hilang selama reformasi berlangsung,” ujar Syaifullah Tamliha saat menjadi pembicara dalam ‘Diskusi Empat Pilar MPR’ di Media Center, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2020).



Pemerintah Tunda Pembahasan RUU HIP, Mahfud Jelaskan Alasannya

Politisi PPP ini mengungkapkan saat MPR di bawah kepemimpinan Bapak Taufik Kiemas, Pancasila kembali disosialisasikan lewat Sosialisasi 4 Pilar MPR.

Selama menjadi anggota MPR, Saifullah Tamliha menceritakan kerap melakukan sosialisasi Pancasila. Dari sosialisasi yang dilakukan masyarakat menunjukan minat yang sangat besar.

“Saya kerap melakukan Sosialisasi 4 Pilar,” ujarnya.

Dalam hal ini, dia menegaskan bahwa warga negara harus memiliki roh kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu dirinya menyebut sangat baik apabila anak-anak sekolah diberi materi ideologi kebangsaan.

“Anak saya tiga, semuanya lahir di masa reformasi,” ucapnya.

Kehampaan materi ideologi di sekolah perlu diisi. Memberi materi Pancasila sejak kecil dikatakan sangat penting sebab pada masa itu materinya mudah masuk ke dalam jiwa anak bangsa.

“Jadi Pancasila perlu masuk dunia pendidikan,” tuturnya. “Masuknya Pancasila dalam dunia pendidikan merupakan koreksi total dari era reformasi,” tambahnya.

Dia meyakini apabila nilai-nilai Pancasila hidup dalam benak masyarakat Indonesia, akan membuat Indonesia maju.

“Juga tidak akan ada koruptor,” pungkasnya.

RUU HIP Dianggap Ubah Pancasila, Hasto PDIP: Pembodohan Nalar Publik
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita