Jitunews.Com
12 Juli 2020 11:32 WIB

Brazil Buka Perekonomian di Tengah Pandemi, Warga: Kondisinya Sangat Tragis di Sini

Pemerintah Brazil memutuskan untuk membuka kembali perekonomian di tengah situasi pandemi. Akibatnya, jumlah kasus di sejumlah kota, termasuk Brasilia, meledak

Pemakaman Covid-19 di Brazil (istimewa)

BRASILIA, JITUNEWS.COM - Kota terbesar ketiga di Brazil, Brasilia, yang memiliki jumlah penduduk mencapai 3 juta jiwa diketahui melaporkan kasus Covid-19 pertama pada 5 Maret 2020, seorang wanita 52 tahun yang kembali dari Swiss.

Dalam kurun waktu dua bulan, angka kematian akibat infeksi virus tersebut meningkat perlahan hingga mencapai 100. Namun, usai perekonomian dibuka pada 27 Mei lalu, jumlah kasus dan kematian yang terjadi di kota tersebut meledak hingga 5 kali lipat.

Pada Senin pekan lalu, jumlah kasus tambahan yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam mencapai 2,529 kasus Covid-19 dengan 726 kematian.



Perlambat Laju Peningkatan Kasus Covid-19, Iran Larang Warga Gelar Pesta Pernikahan

"Situasi sangat kacau, neraka dunia. Kasus tidak berhenti meningkat," ujar seorang perawat yang bekerja di rumah sakit Ceilandia dikutip dari Al Jazeera pada Minggu (12/7).

Perawat yang tidak ingin disebut namanya tersebut mengatakan bahwa rumah sakitnya kekurangan tenaga medis, seperti dokter, perawat, dan ambulans. Ia juga mengatakan bahwa ruang perawatan yang ada hampir semua telah terisi.

Kondisi tersebut juga membuat warga sangat khawatir.

"Kondisinya sangat tragis di sini. Jumlah kasus telah meningkat dalam jumlah besar beberapa hari belakangan," ujar Nogueira, salah satu warga.

Mogueira, yang sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga mengatakan bahwa sejumlah bar yang ada di lingkungan tempat tinggalnya selalu dipadati oleh pengunjung yang tidak menggunakan masker. Ia mengatakan bahwa sejumlah bank juga dipadati oleh masyarakat yang antri mencairkan dana bantuan dari pemerintah untuk menghadapi pandemi.

"Ada kepentingan politik dan ekonomi yang lebih diperhatikan dengan mendapatkan banyak uang daripada menyelamatkan nyawa," ujar Rubens Bias. salah satu pakar kesehatan yang juga merupakan salah satu anggota dewan kesehatan kota.

Akhirnya, Donald Trump Gunakan Masker saat Tampil di depan Publik
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita