Jitunews.Com
12 Juli 2020 07:25 WIB

Perlambat Laju Peningkatan Kasus Covid-19, Iran Larang Warga Gelar Pesta Pernikahan

Hal tersebut terpaksa dilakukan untuk menghindari diterapkannya kebijakan shutdown

Presiden Iran Hassan Rouhani (istimewa)

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Tingginya peningkatan jumlah kasus dan angka kematian akibat Covid-19 di Iran membuat Presiden Hassan Rouhani melarang warganya untuk menggelar hajatan pernikahan dan semua acara yang dihadiri oleh orang banyak.

"Kita harus melarang digelarnya upacara dan perkumpulan orang di seluruh negara,...acara pernikahan ataupun pesta," ujar Rouhani dalam sebuah pidato yang disiarkan melalui televisi, dikutip dari Reuters pada Minggu (12/7).

"Saat ini bukan waktunya untuk (mengadakan) festival ataupun seminar," imbuhnya.



Puluhan Personil Terinfeksi Covid-19, Dua Pangkalan Militer AS di Okinawa Lockdown

Ia bahkan meminta ujian masuk perguruan tinggi supaya ditunda. Rouhani terpaksa mengeluarkan kebijakan tersebut untuk menghindari diberlakukannya lockdown secara nasional yang tentunya sangat berdampak terhadap perekonomian.

"Langkah paling mudah adalah menutup semuanya (shutdown)," tambah Rouhani.

"Tapi, nanti rakyat akan turun ke jalan karena adanya kelaparan dan tingginya tingkat pengangguran," tukasnya.

Sesaat setelah pidato tersebut, pihak kepolisian Teheran mengumumkan bahwa pihaknya akan segera melarang semua pesta pernikahan di ibu kota Iran tersebut hingga pemberitahuan selanjutnya.

Salah seorang Penasihat Kesehatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Iran memperingatkan bahwa jika kebijakan pencegahan tidak segera diberlakukan maka diprediksi wabah tersebut bisa merenggut hingga 60 ribu nyawa warga Iran.

"Gelombang kedua, yang akan terjadi pada musim gugur nanti, akan lebih mematikan," kata Hossein Qenaati.

Istilah New Normal Disalahartikan, Achmad Yurianto: Selalu Dikatakan New-nya Dihilangkan
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita