Jitunews.Com
11 Juli 2020 16:46 WIB

Butuh Lebih dari Tiga Tahun untuk Singkirkan Huawei dari Perangkat 5G Inggris

BT dan Vodafone mengatakan bahwa para pelanggan akan menghadapi permasalahan dengan sinyal perangkat jika proses pelucutan perangkat Huawei dari proyek 5G Inggris dilakukan dalam waktu tiga tahun

(gizchina)

LONDON, JITUNEWS.COM - Sejumlah perusahaan penyedia layanan selular Inggris, seperti British Telekom (BT) dan Vodafone, mengatakan bahwa diperlukan lebih dari tiga tahun untuk menghapus dan mengganti semua perangkat Huawei dari jaringan 5G mereka, dan menyebut bahwa para pelanggan akan mengalami sejumlah permasalahan dengan sinyal jika proyek 'pelucutan' Huawei tersebut dilakukan dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Seperti diketahui, pemerintah Inggris akan segera melarang penggunaan perangkat Huawei dalam proyek jaringan 5G karena alasan keamanan siber.

"Untuk (pelucutan) mencapai nol dalam waktu tiga tahun, hal tersebut akan membuat sinyal 4G dan 2G, serta 5G hilang di seluruh penjuru negeri," ujar Howard Watson, salah satu petinggi BT, dikutip dari laman Gizchina pada Sabtu (11/7).



PM Inggris Bakal Perketat Aturan Penggunaan Masker

Hal senada juga diungkapkan oleh Andrea Dona, kepala jaringan Vodafone.

"Para pelanggan akan kehilangan sinyal (pada perangkat mereka), yang terkadang hingga berhari-hari, tergantung seberapa besar proyek pengerjaan (menara BTS-nya)...Saya bisa bilang 5 tahun masa transisi menjadi sayat minimumnya," ujar Dona.

"Minimal lima tahun, idealnya tujuh tahun," tambah Watson.

Sementara itu, Huawei menyatakan bahwa keputusan larangan penggunaan perangkat mereka tersebut terlalu tergesa-gesa. Perusahaan asal China tersebut menegaskan bahwa pihaknya masih memiliki ketersediaan jumlah chipset untuk mencukupi kebutuhan mereka beberapa tahun kedepan.

"Kami bisa mencukupi permintaan pelanggan dan menyediakan cadangan (chipset) untuk jaringan kami yang ada. Dalam hal penyedia chipset alternatif, kami tidak hanya memiliki alternatif perusahaan dari China saja, melainkan beberapa perusahaan (pengembang chipset) di Eropa," ujar Jeremy Thompson, Wakil Presiden Huawei Inggris.

Tak Ada Listrik dan Air, Krisis Ekonomi Lebanon Berada di Level yang Berbeda
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita