Jitunews.Com
11 Juli 2020 12:50 WIB

Sebut Doni Beri Sinyal Keliru Soal Covid-19, Pengamat: Dia Gagal, Tapi Menutupinya dengan Diksi

Angka penularan semakin melambung sejak pemerintah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau menerapkan new normal.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo (tengah) (notifindonesia)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menyoroti pernyataan Doni Monardo yang menyebut tak masalah angka positif Covid-19 terus meningkat asalkan jumlah kematian tergolong rendah.

Trubus menilai diksi yang digunakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu seolah menutupi ketidakmampuan pihaknya dalam mengatasi penularan.

Terlebih, angka penularan semakin melambung sejak pemerintah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau menerapkan new normal.



Akui New Normal Diksi yang Salah, Pemerintah: Sudah Kita Ubah, Tapi...

Seperti halnya Kamis (9/7) kemarin, jumlah penambahan pasien Covid-19 mencapai rekor baru harian, yakni 2.657 kasus.

"Saya melihatnya pernyataan Pak Doni ini memberikan sinyal yang salah. Jadi dia gagal, tapi menutupinya dengan diksi. Seolah-olah menghibur diri dalam melaksanakan penanganan covid-19," ujar Trubus, dilansir dari CNNIndonesia.com, Sabtu (11/7).

Menurutnya, kinerja Gugus Tugas Percepatan Covid-19 perlu dievaluasi, terutama di daerah. Sebab, sejumlah kepala daerah yang masuk tim tersebut tidak bisa fokus menangani Covid-19 di wilayahnya karena Pilkada 2020. Trubus menyebut kepala daerah yang kembali maju dalam kontestasi lima tahunan itu akan fokus pada kampanye demi meraih kemenangan.

"Harusnya buat lembaga sendiri saja khususnya di daerah. Kepala daerah yang Desember 2020 mengikuti pemilihan lagi jadi tidak fokus," jelas Trubus.

Tak Masalah Kasus Corona Terus Meningkat, Doni Monardo: Tapi Angka Kematian Rendah
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita