Jitunews.Com
10 Juli 2020 18:57 WIB

Benny Rhamdani Minta Dukungan MPR dan DPR untuk Berantas Mafia Sindikasi Penempatan PMI

Pembentukan Satgas Pemberantasan Sindikasi Penempatan PMI nonprosedural akan dilaksanakan pada Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2020 mendatang.

‘Diskusi Empat Pilar' bertema ‘Perlindungan dan Pemberdayaan Purna Pekerja Migrant Indonesia (PMI)’ di Media Center, Gedung Nusantara III, Komplek MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, 10 Juli 2020, (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) akan membentuk Satgas Pemberantasan Sindikasi Penempatan PMI nonprosedural sebagai bentuk memerdekakan PMI dari praktik oknum sindikasi.

Pembentukan Satgas Pemberantasan Sindikasi Penempatan PMI nonprosedural akan dilaksanakan pada Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2020 mendatang.

"Jika tidak ada halangan, 17 Agustus kita akan bentuk satgas," ujar Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani dalam diskusi empat pilar MPR di Gedung Nusantara III Parlemen Senayan, Jumat, (10/7/2020).



Berani Mengubah Arah Bisnis

Dalam memberantas praktik mafia Sindikasi Penempatan PMI nonprosedural kata Benny, BP2MI juga sudah menjalin komunikasi dengan beberapa pihak termasuk Kemenlu, Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi, Kemenaker, BUMN, Polri dan TNI.

"Selain Kementerian dan lembaga, kita juga sudah menjaline komunikasi dengan beberapa ormas keagamaan seperti PBNU, Muhammadiyah, PGI dan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) untuk memerangi kejahatan pengiriman pekerja migran ilegal ke luar negeri," tandasnya.

Dalam hal ini, pihaknya juga meminta dukungan dari Pimpinan MPR dan Komisi IX DPR RI, agar cita-citanya terlaksana.

“Ini tugas berat, BP2MI tidak bisa sendirian. Yang pasti, 'Bendera Merah Putih' tidak boleh berkibar lebih rendah di bawah posisi bendera-bendera perusahaan yang selama ini mengambil keutungan secara ilegal," tegas Benny

"Untuk memberantas mafia itu, saya yakin kami tidak sendiri, karena ada Komisi IX yang akan membantu melalui alokasi anggaran," tambahnya.

Benny Rhamdani juga berjanji, BP2MI akan membebaskan biaya penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) pada Agustus mendatang sebagai hadiah HUT Kemerdekaan RI.

"Pada Agustus mendatang, selain pembentukan Satgas Mafia, saya juga akan meluncurkan PMI bebas dari biaya penempatan, karena mereka selama ini terbebani praktik rente sehingga mereka harus membayar bunga 21 hingga 27 persen," ujar Benny.

Mantan Anggota DPD RI dua periode dari dapil Sulawesi Utara tersebut menambahkan, oknum-oknum jahat yang memanfaatkan pekerja migran selama ini adalah oknum yang menamakan koperasi atau lembaga non perbankan yang secara licik meminjam di bank.

"Bank juga terlibat dalam kejahatan itu dengan bunga enam persen ketika dipinjamkan ke PMI bunganya membengkak 21 hingga 27 persen," katanya.

Dia menegaskan tema besar BP2MI era kepemimpinannya adalah memerangi sindikasi PMI non prosedural.

“Kita sudah mendeklarasikan perang melawan mafia, sindikat dan penjahat pengirim PMI ilegal ke negara-negara penempatan," pungkasnya.

Harapan Besar Pembuat Tahu Kecil
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita