Jitunews.Com
10 Juli 2020 15:30 WIB

Kampanye Pilkada 2020, Mendagri: Maksimal 50 Orang dan Tidak Boleh Ada Konvoi

Tito meminta Bawaslu untuk mengawasi jalannya kampanye.

(jpnn.com)

JAYAPURA, JITUNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meminta protokol kesehatan tetap diterapkan dalam proses Pilkada Serentak 2020. Tito meminta kampanye dilakukan di ruangan dengan maksimal 50 orang dan tidak ada konvoi.

"Kemudian saat kampanye nggak boleh ada kampanye akbar, kampanyenya kalau di ruangan saya sudah sampaikan ke ketua KPU maksimal 50 dan tidak boleh ada konvoi di luar, tidak boleh ada konvoi rame-rame di luar," kata Tito saat melakukan rapat koordinasi kesiapan Pilkada dengan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, KPU Papua, Bawaslu Papua, dan Forkopimda Provinsi Papua di Jayapura, Jumat (10/7).

Tito meminta Bawaslu untuk mengawasi jalannya kampanye.



Soal WFH Seperti Cuti, PPP: Jokowi Masih Belum Puas

"Nah ini penting karena masa kampanye merupakan masa rawan juga, Bawaslu dengan adanya tulisan aturan itu, dia tinggal ngelihatin saja, 50 orang nggak nih, lewat 50 orang semprit, pelanggaran. Ada konvoi oleh pasangan calon ramai-ramai naik motor, naik truk gini-gini panggil kontestannya pelanggaran, periksa, sehingga nggak akan terjadi pengumpulan kerumunan masyarakat di setiap tahapan yang tidak bisa jaga jarak," ujarnya.

Menurutnya, pilkada di tengah pandemi Covid-19 akan melahirkan lapangan pekerjaan baru, contohnya event organizer untuk pilkada.

"Nanti juga Pak Dirjen Otda, Dirjen Polpum saya minta sampaikan pada saat zoom mengenai pilkada atau pada saat jadi pembicara di media, ini ada lapangan pekerjaan baru dalam kampanye pilkada kenapa? Area bisa terbentuk, membuat EO event organizer untuk pilkada, ya contoh dulu pilkada kita kampanye bebas itu, buat panggung ramai-ramai di lapangan, ada penyanyi dangdutnya, segala macam, massa dibawa bertruk-truk rame, nggak boleh terjadi," katanya.

Tito menilai kampanye virtual lebih efektif dibanding kampanye di lapangan.

"Kadang-kadang virtual ini lebih efektif, nah, Pak, di tempat kami nggak ada sinyal, gimana? Tantangan untuk EO. Saya pernah menjadi pembicara pada waktu ultah Pemuda Muhammadiyah itu melalui Zoom 600 lebih tapi dia live streaming ke YouTube, Instagram, Twitter, social media ternyata yang mendengar saya bicara itu lebih dari 12 ribu orang," imbuh Tito.

Logo Partai Diubah Jadi Lobster, Ini Kata Gerindra
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita