Jitunews.Com
10 Juli 2020 10:58 WIB

Indonesia Berkomitmen Peningkatan Energi Terbarukan

Pemerintah berkomitmen untuk menerapkan energi bersih dalam meningkatkan pasokan energi

Ilustrasi (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa Pemerintah berkomitmen untuk menerapkan energi bersih dalam meningkatkan pasokan energi dengan memperluas pemanfaatan dan mendorong investasi energi terbarukan.

"Untuk memenuhi permintaan energi, Indonesia telah menetapkan target 23% energi terbarukan dalam bauran energi pada tahun 2025. Kebijakan ini, dikombinasikan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi hingga 29% pada tahun 2030, merupakan jalan yang jelas menuju sistem energi yang lebih bersih," ujar Arifin saat menjadi pembicara dalam pertemuan virtual International Energy Agency (IEA) Clean Energy Transitions Summit, pada Kamis (9/7).

Arifin mengatakan bahwa pandemi virus corona (Covid-19) menghambat pembangunan berkelanjutan dan transisi energi bersih. Akibat pandemi, di sektor energi terjadi penurunan yang signifikan pada konsumsi energi global karena adanya lockdown. Sisi baiknya, lockdown juga berdampak positif bagi pengurangan emisi CO2 di Indonesia.



Pemerintah Belum Turunkan Harga BBM, Fadli Zon: Indonesia Memang Beda

"Oleh karena itu, selama masa yang penuh tantangan ini, produksi energi harus disesuaikan untuk menciptakan keseimbangan baru dan untuk meningkatkan proses transisi energi bersih," katanya.

Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan Peraturan Presiden tentang Feed in tariff untuk mencapai target dan mendorong investasi energi terbarukan.
Indonesia juga menggunakan potensi energi terbarukan untuk menyediakan pasokan energi bagi masyarakat di daerah terpencil dan terluar. Selain itu, pemerintah juga menargetkan untuk mengganti semua pembangkit listrik tenaga diesel dalam tiga tahun ke depan.

"Kami sedang mencari terobosan untuk mengurangi emisi dari pembangkit listrik tenaga batubara. Salah satunya dengan mekanisme co-firing biomassa pada pembangkit listrik batubara untuk mengurangi emisi dan meningkatkan peran energi terbarukan. Kami juga berencana untuk menghentikan pembangkit listrik tenaga batubara tua dan menerapkan teknologi energi batubara ramah lingkungan," ujarnya.

Menurutnya, biomassa sangat penting dalam proses transisi energi bersih. Biomassa adalah sumber energi terbarukan yang dapat diolah dalam bentuk limbah dan juga mengurangi emisi.

Indonesia saat ini sedang mempersiapkan fasilitas pemanfaatan limbah ke energi di 14 kota, serta pemanfaatan biomassa sebagai alternatif bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan industri.

"Dalam transportasi, kami saat ini sedang mengembangkan biofuel untuk secara bertahap mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dengan memperkenalkan biodiesel dan membangun kilang hijau (green refinery) untuk memaksimalkan potensi minyak sawit (Fatty Acid Methyl Ester/FAME)," jelasnya.

"Kami telah menetapkan target yang berani untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama dari sektor hutan dan penggunaan lahan. Kami bekerja sama dengan mitra kami dalam program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+) untuk mencapai target ini, salah satunya adalah melalui kemitraan dengan Kerajaan Norwegia dalam model kinerja harga karbon terverifikasi, yang telah terbukti mengurangi setara dengan 11,2 Juta ton CO2," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif IEA Dr. Fatih Birol menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan IEA.

"Sebagaimana Menteri Tasrif sampaikan, kami juga sangat senang bekerja sama dengan Indonesia dalam konteks program transisi energi bersih pada energi terbarukan," ujar Dr. Birol.

Juli, HIP BBN Biodiesel Dipatok Rp 7.321 per Liter
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita