Jitunews.Com
10 Juli 2020 06:15 WIB

Sindir Aksi Yasonna ke Maria Lumowa, Fadli Zon: Jangan Berlomba-lomba Tonjolkan Prestasi karena Takut Reshuffle

Fadli Zon menyoroti perbedaan penanganan buronan Maria Lumowa dan Djoko Tjandra

(otoritasnews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Politisi Partai Gerindra Fadli Zon menyoroti perbedaan penangkapan buronan Maria Pauline dan Djoko Tjandra. Menurutnya, Kemenkumham memberikan perlakuna khusus ke Djoko Tjandra sehingga bisa pulang ke Indonesia tanpa ada kendala.

Fadli Zon berharap Kemenkum bisa memberikan perlakukan hukum yang sama kepada semua warga. Ia  tidak ingin masyarakat menduga para menteri berlomba menunjukan prestasi karena takut terkena perombakan atau reshuffle.

"Jangan sampai nanti orang menduga karena orang berlomba-lomba menonjolkan prestasinya karena takut (kena) reshuffle gitu," kata Fadli Zon kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).



Menkumham Sukses Ekstradisi Buronan Pembobol Bank BNI, Komisi III DPR: Angin Segar Bagi Penegakan Hukum di Indonesia

Fadli pun meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkumham menjelaskan penyebab Djoko Tjandra bisa pulang ke Indonesia tanpa terdeteksi sedikitpun.

"Jadi, tidak mungkin bisa lolos kalau imigrasinya tidak aware terhadap keluar masuk orang," ujarnya.

Ia juga menyoroti Djoko Tjandra yang bisa membuat E-KTP. Menurutnya, hal tersebut adalah bentuk hukum di Indonesia mudah diintervensi. "Itu menunjukkan bahwa sistem kita, termasuk data kependudukan kita begitu rentan, begitu mudah diintervensi, dibajak," pungkasnya.

Yasonna Ungkap Lobi Pemerintah Bawa Maria Pauline ke Indonesia
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita