Jitunews.Com
9 Juli 2020 19:00 WIB

Penjualan Smartphone Anjlok Gara-gara Pandemi, Produsen Chipset Malah Untung. Kok Bisa?

Penurunan penjualan smartphone tentunya berdampak terhadap harga komponen pendukung, seperti chipset, memory, dll

Smartphone (istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pasar smartphone secara konsisten telah berkembang dan mengalami peningkatan menyusul adanya kebutuhan teknologi dan informasi. Selama beberapa tahun belakangan, penjualan smartphone secara global rata-rata telah menembus 1 Miliar unit per tahun. Hal tersebut jelas merupakan sumber pengdapatan utama bagi banyak produsen besar seperti Apple dan Huawei.

Sebuah smartphone tentunya mempunyai banyak ragam komponen seperti prosesor, panel layar, memory, dan lain sebagainya. Sehingga, apapun yang terjadi pada penjualan smartphone tentunya juga berpengaruh terhadap para produsen komponen tersebut.

Menurut laporan sejumlah media, penjualan smartphone tampaknya menjadi tidak bisa diperkirakan untuk saat ini mengingat seluruh dunia tengah menghadapi situasi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Jika penjualan smartphone terus mengalami penurunan hingga akhir tahun 2020 ini, maka harga sejumlah komponen tentunya juga akan melemah.



Terbukti Covid-19, Jair Bolsonaro: Saya dalam Kondisi yang Sangat Baik

Namun, sangat sulit untuk mengatakan bahwa penjualan smartphone secara global sedang mengalami penurunan pada tahun ini, mengingat sejumlah produsen besar seperti Apple, Huawei, Samsung dan lain-lain berencana untuk meluncurkan perangkat terbaru mereka mulai dari kelas entry level hingga flagship, pada pertengahan kedua tahun 2020 ini.

Kendati demikian, para pakar memprediksi bahwa penjualan smartphone secara global akan mengalami penurunan hingga 15%. Artinya, pengiriman perangkat tersebut ke seluruh dunia turun sekitar 1.15 miliar unit, sehingga akan sangat berdampak terhadap sejumlah produsen komponen seperti memory chip.

Meski begitu, sejumlah analis menyebut para produsen komponen tersebut masih mengalami peningkatan pendapatan. Hal itu terjadi berkat adanya pengembangan teknologi jaringan 5G.

"Meskipun jumlah pengiriman smartphone selama masa pandemi Covid-19 menurun, namun pasar prosesor untuk smartphone menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dalam hal pendapatan karena didorong oleh meningkatnya harga jual prosesor 5G," demikian menurut laporan Strategy Analytics, dikutip dari Gizchina pada Kamis (9/7).

"Saat ini, banyak pangsa pasar prosesor smartphone 4G flasgship yang beralih ke 5G. Namun, 4G masih terus menampilkan performa yang sangat baik untuk segmen kelas low-end ataupun mid-range," imbuhnya.

PBB Tak Perpanjang Embargo Senjata Iran, AS Sebut Konflik Timur Tengah akan Lebih Parah
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita