Jitunews.Com
4 Juli 2020 05:45 WIB

Dorong Reshuffle Menteri, Adjeng Ratna: Apakah Bapak Presiden Tak Punya Stok Lagi?

Adjeng mendorong agar Presiden Jokowi segera melakukan bongkar pasang menteri supaya persoalan yang timbul bisa cepat diatasi.

Adjeng Ratna Suminar (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan Anggota DPR RI, Adjeng Ratna Suminar ikut mengomentari video kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap menteri Kabinet Indonesia Maju saat Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020 lalu.

Adjeng menilai Jokowi jengkel karena para menteri kurang tanggap di tengah situasi pandemi Covid-19. Ia pun mendorong agar sang Kepala Negara segera melakukan bongkar pasang menteri supaya persoalan yang timbul bisa cepat diatasi.

“Jangan membuat suatu kabinet yang sekadar coba-coba, kalau dirombak ya dirombak. Apakah dari 200 juta (warga) tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah yang ada di negara ini. Indonesia harus memperlihatkan bahwa kita bisa,” kata Adjeng dalam diskusi daring 'Di Bawah Bayang-bayang Ancaman Reshuffle Kabinet' yang digelar Jitunews.com, Kamis (2/7).



Heran FPI Cs Bela Pancasila, Ruhut Sitompul: Nanti Diketawain sama Kodok

Menurutnya, masih banyak sosok yang memiliki potensi untuk mengisi jabatan menteri. Dia menambahkan bahwa kursi tersebut sebaiknya dipisahkan dari urusan partai politik.

“Semua sudah tahu bahwa reshuffle kabinet sepenuhnya hak prerogatif Presiden. Tapi masyarakat Indonesia kalau melihat para pembantu Presiden itu kurang gerak cepat, apa salahnya secepatnya diadakan perombakan,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menekankan, menteri harus bisa bekerja dengan sigap. Seorang pembantu Presiden, lanjut dia, seharusnya tak sekadar pandai berteori, namun teruji pula saat pelaksanaan di lapangan.

“Jadi prinsipnya, menteri itu bukan seperti ibu-ibu yang sedang menunggu anak TK keluar dari sekolahan. Harus bergerak cepat, bukan sekadar pintar teori dan sebagainya, tapi dalam keadaan sekarang ini dengan praktisinya,” kata Adjeng.

“Sekali lagi, kalau untuk reshuffle kabinet, apakah bapak Presiden tidak mempunyai stok lagi dari 100 juta orang itu untuk menyelesaikan persoalan di Indonesia?” tandasnya.

Kondisi Ekonomi Parah karena Covid-19, Rizal Ramli: Cerminan dari Kelemahan Kepemimpinan
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita