Jitunews.Com
3 Juli 2020 17:15 WIB

Program Belanja di Warung Tetangga, Teten Masduki: Mampu Bersaing dengan Retail Modern

Diketahui ‘Belanja di Warung Tetangga’ merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM bersama BUMN Pangan yang diluncurkan pada medio April 2020 lalu.

(istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki meyakini program ‘Belanja di Warung Tetangga’ mampu membuat warung atau toko tradisional bersaing dengan retail modern.

Diketahui ‘Belanja di Warung Tetangga’ merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM bersama BUMN Pangan yang diluncurkan pada medio April 2020 lalu.

"Selama ini warung tradisional selalu kalah bersaing dengan retail modern, antara lain karena mereka tidak memiliki akses membeli barang dengan harga yang kompetitif,” ujar MenkopUKM Teten Masduki, di Jakarta Timur, Kamis (2/7/2020).



Buka Pameran Mebel, Teten Masduki: Kedatangan Saya Melanggar Protokol WHO

“Kini dengan Program Belanja di Warung Tetangga, dimana melibatkan sejumlah kluster BUMN Pangan, warung-warung itu bisa mendapatkan akses barang yang kompetitif. Ditambah dengan sentuhan teknologi, warung tradisional kini memiliki daya saing tinggi," imbuhnya.

Teten mengatakan program Belanja di Warung Tetangga ditargetkan akan ada 15.000 warung tradisional yang terlibat pada tahun 2020 ini.

"Warung-warung tradisional semacam ini jumlahnya mencapai 3,5juta di seluruh Indonesia. Kalau itu semua bisa kita modernisasi dan terlibat dalam kampanye program ini, saya kira menjadi kekuatan yang luar biasa di sektor retail," tegas Teten.

Teten Masduki juga menjelaskan bahwa kerja sama dengan sejumlah BUMN Pangan itu sekaligus menghubungkan warung tradiaional dengan platform online.

“Kami berkolaborasi dengan BUMN Pangan untuk distribusi bahan pangan masyarakat dan kebutuhan bahan baku melalui platform online,” katanya.

Teten berharap melalui program tersebut dapat dipastikan stok bahan pokok tersedia dan dekat dengan masyarakat. Sekaligus memperkuat ekonomi pelaku UMKM, khususnya warung tradisional.

“Ini juga untuk menghubungkan warung tradisional yang belum terhubung dengan platform online, sehingga mengurangi mobilitas fisik, pemesanan dan pengantaran via jasa antar,” tukasnya.

Lima Skema Pemulihan Ekonomi KUMKM di Masa dan Pasca Covid-19
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita