Jitunews.Com
1 Juli 2020 12:36 WIB

PDIP Usul RUU HIP Diganti Nama, PA 212: Urusannya Bukan Nama tapi Isinya

PA 212 menuntut agar inisiator RUU HIP segera diproses secara hukum.

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif (Jitunews/Latiko A.D)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif menegaskan pihaknya menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), meskipun ada usulan perubahan nama.

Diketahui RUU HIP saat ini pembahasannya ditunda di DPR karena menuai polemik. PDIP lantas mengusulkan nama RUU HIP menjadi RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP).

"Tuntutan kita tetap sama batalkan dan cabut RUU HIP bukan diganti atau ditunda. Urusannya bukan nama tapi isinya. Kami juga menuntut agar inisiator RUU HIP segera diproses secara hukum," kata Slamet Ma'arif, dikutip dari detikcom, Rabu (1/7).



Tak Masukkan Pancasila di AD/ART, Begini Penjelasan PA 212

Selain itu, GNPF Ulama juga menyampaikan hal senada. Sekjen GNPF Ulama sekaligus koordinator aksi tolak RUU HIP, Edy Mulyadi menandaskan UU tersebut bukan soal nama.

"Itu mau diganti nama apapun nggak soal, karena tetap kita tolak. Ini bukan soal nama yang diganti-ganti. Waktu itu kan bilang, oke deh ini Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 kita masukin deh, oke deh pasal trisila, ekasila kita cabut deh. Nggak ada urusan. Pokoknya kita tolak total karena itu adalah wadah-wadah komunisnya banyak di pasal-pasal lain," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menyatakan PDIP sejak awal hanya menginginkan adanya suatu UU yang berfungsi sebagai payung hukum yang dapat mengatur wewenang, tugas, dan fungsi BPIP dalam melakukan pembinaan ideologi bangsa.

Oleh karena itu, Basarah mengusulkan RUU HIP diubah nama dan dilakukan penyesuaian terhadap sejumlah hal.

Pelibatan Anak-anak dalam Demonstrasi, FPI Dilaporkan ke KPAI
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita