Jitunews.Com
17 Juni 2020 17:00 WIB

Sanksi Trump atas Huawei Bakal Rugikan AS dan Perkembangan Teknologi Dunia

Sanksi AS terhadap Huawei berdampak buruk terhadap perkembangan teknologi dunia

Huawei (developerz.software)

BEIJING, JITUNEWS.COM - Pemerintahan Donald Trump diketahui terus meningkatkan sanksi mereka atas Huawei dan sejumlah perusahaan teknologi lainnya yang berbasis di China.

Sanksi tersebut dijatuhkan oleh AS karena alasan keamanan nasional. Namun, China meyakini bahwa alasan utama dibalik itu adalah AS tidak ingin China untuk melewati kemajuan AS di bidang ekonomi maupun teknologi.

Terlepas dari masalah tersebut, sanksi yang dijatuhkan oleh AS tersebut bukan berarti tidak memiliki efek samping baik bagi AS sendiri maupun perusahaan teknologi di seluruh dunia, termasuk terhadap harga perangkat dan perkembangan teknologi.



Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat, Beijing Lockdown Lagi

Dilansir dari gizchina pada Rabu (17/6), Ge Wenna, seorang analis sekaligus Presiden Linley Group, menyatakan bahwa sanksi AS atas Huawei tersebut mempengaruhi semua perusahaan yang menggunakan peralatan dari AS hingga produksi chipset.

Huawei dilarang melakukan bisnis termasuk membeli chipset secara langsung dari produsen yang berasal dari AS, termasuk TSMC yang merupakan perusahaan asal Taiwan. Huawei selama ini sangat bergantung pada TSMC untuk menyediakan chipset mereka. Namun, memanasnya hubungan Taiwan dengan China, membuat TSMC 'terpaksa' mematuhi sanksi AS tersebut.

Menurut salah satu sumber yang dimiliki oleh The Global Times, Pemerintah China akan melancarkan 'serangan balasan' sebagai respon atas sanksi AS terhadap Huawei.

Hal tersebut tentunya merupakan ancaman bagi kelangsungan bisnis perusahaan-perusahaan chipset AS mengingat sebagian besar dari perusahaan tersebut melakukan proses produksi di China.

Pada tahun 2019 lalu, pasar Tiongkok menyumbang 28 persen pemasukan Intel, 25 persen pendapatan NVIDIA, dan 67 persen total pendapatan Qualcomm. Pada tahap awal diberlakukannya sanksi atas Huawei, produsen Chipset asal AS tersebut mengalami kerugian yang mencapai miliaran dolar.

Jika nantinya China memberlakukan serangan balasan, maka bisa jadi perusahaan AS tersebut mengalami kerugian berpuluh kali lipat dari sebelumnya.

Turki Gelar Operasi Militer di Wilayah Utara Irak
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita