Jitunews.Com
31 Mei 2020 20:01 WIB

New Normal, Tips Aman Gelar Resepsi Pernikahan Tanpa Takut Corona

Waktu resepsi diperpanjang dan dibagi dua sesi untuk menghindari kerumunan

https://dailyhotels.id/wp-content/uploads/2019/01/DPP_0032.jpg ()

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pemerintah tengah mempersiapkan fase new normal atau tatanan normal baru di tengah pandemi corona. Sejumlah pengusaha pun turut merancang strategi baru untuk menyesuaikan kehidupan new normal. Begitu juga pengusaha di industri pernikahan, meraka merancang aturan resepsi yang baru agar tetap aman meski ada pandemi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan Indonesia, Andie Oyong mengatakan bahwa pihaknya akan memperpanjang waktu resepsi. Resepsi akan dibagi menjadi dua sesi untuk menghindari terjadinya kerumunan. Selain itu, diantara sesi akan dilakukan penyemprotan disinfektan ke ruangan.

"Kalau dulu resepsi cukup 2 jam, sekarang teman-teman venue memberikan kesempatan durasi ditambah lagi setengah, jadi biasanya 2 jam dikasih 4 jam supaya kita bisa membatasi jumlah tamu per sesi. Satu sesi sudah selesai nanti ada yang namanya jeda sekitar 30 menit sampai 1 jam untuk menyemprot disinfektan supaya tamu sesi dua bisa masuk dalam ruangan yang sudah aman setidaknya dari yang sesi satu," kata Andie seperti dilansir detikcom, Minggu (31/5/2020).



Menyenangkan dan Mudah Dipahami, Yuk Kenalkan Covid-19 pada Anak dengan Cara Ini

Selain itu, tamu undangan harus menggunakan masker dan dilakukan pengecekan suhu tubuh untuk memastikan kondisi kesehatannya.

"Nanti tamu yang datang selain melewati pengecekan titik suhu. Apabila saat pengecekan titik suhu mereka tidak bisa lewat, maka tamu ini akan dialihkan ke pintu exit ada bilik kesehatan yang disiapkan dari venue masing-masing, ada tenaga medis dan ambulance," jelasnya.

Andie juga menambahkan bahwa tamu yang sudah lolos cek suhu tubuh kemudian wajib mencuci tangan di wastafel-wastafel yang sudah disediakan. Tamu undangan juga tidak diperkenankan untuk mengambil makanan sendiri, namun akan diambilkan oleh pelayanan.

Selain itu dekorasi juga tidak lagi menggunakan bahan dari kain atau bunga palsu. Pasalnya bahan berbahan kain dan bunga palsu bisa menjadi media penularan virus corona.

"Jadi akan didorong menggunakan fresh flower, dia tidak menjadi carrier tetap untuk virus dan untuk membantu teman-teman petani bunga di sektor hilir," pungkasnya.

Minta Larangan Ojol Bawa Penumpang Saat New Normal Dibatalkan, Garda Beri Ultmatum: Apabila Tidak...
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita