Jitunews.Com
31 Mei 2020 19:22 WIB

Paguyuban Warga Karangannya Gelar Halal Bihalal Virtual

Meski pandemi saat ini memisahkan secara fisik para anggota PWKS, namun secara batin hubungan tetap terjalin.

Halal bihalal PWKS (ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Paguyuban Warga Karanganyar Surakarta (PWKS) sore ini, Minggu (31/5) menggelar halal bihalal dalam rangka menyambut Idul Fitri 1441 H. Namun halal bihalal kali ini sedikit berbeda lantara dilakukan melalui virtual karena dampak pandemi Covid-19.

Meski dilakukan via internet, namun tidak menyurutkan semangat para peserta yang hadir. Justru kali ini, silaturahmi bercampur haru lantaran kerinduan akan kampung halaman.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Karangannyar Juliyatmono, Ketua Umum PWKS Mayjen (Purn) Suharno, Ketua Umum dan Sekjen Paguyuban Jawa Tengah, perwakilan komunitas dan paguyuban lain, serta segenap pengurus dan anggota PWKS.



Ini Fokus Kerja Bupati Juliyatmono Majukan Karanganyar

Dalam sambutannya, Juliyatmono mengatakan, silaturahmi lebaran tahun ini berbeda dari sebelum-sebelumnya. Meskipun tak bisa bertatap muka secara langsung, namun tidak mengurangi makna kebersamaan yang telah terjalin lama.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, saya mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Taqobbalalllahu minna wa minkum," kata Juliyatmono.

Sementara itu, Suharno menyampaikan, meski pandemi saat ini memisahkan secara fisik para anggota PWKS, namun secara batin hubungan antar anggota justru semakin kuat. Pandemi tidak akan menghambat silaturahmi yang muncul dari rasa saling menyayangi.

"Kita saat ini menuju era baru dengan bersilaturahmi secara virtual, dengan tidak mengurangi esensi dan makna dari silaturami itu sendiri," ujar Suharno.

Suharno menjelaskan, halal bi halal merupakan tradisi yang merefleksikan kewajiban menjalin hubungan baik dengan sesama guna melengkapi ibadah kepada Allah SWT.

Disebut kewajiban atau ibadah sosial, jelas Suharno, karena identik dengan upaya memperkuat atau menyambung tali persaudaraan, yang dalam perjalanan sebelumnya mungkin terjadi gesekan, benturan, atau konflik.

"Dengan mengucapkan taqobbalallahu minna wa minkum, taqobbal ya Karim. Mohon maaf lahir dan batin," imbuh Suharno menutup.

Catatan Mayjen (Purn) Suharno: Antara Corona dan Metafisika
Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita