Jitunews.Com
27 Mei 2020 14:06 WIB

Kasus Covid-19 Meledak, India Kekurangan Staf Medis dan Tempat Tidur Pasien

"Di negara kami, fasilitas kesehatan tidak pernah mendapatkan prioritas," ujar Dr. Adarsh Pratap Singh

india telah melaporkan lebih dari 145 ribu kasus Covid-19 termasuk 4167 kematian (Al Jazeera)

MUMBAI, JITUNEWS.COM - Pemerintah India dalam sebuah konferensi pers menyatakan bahwa tidak semua pasien Covid-19 perlu dirawat di rumah sakit, dan hal itu akan menyebabkan adanya permintaan penambahan jumlah tempat tidur dan perlengkapan medis.

Data yang dimiliki oleh pemerintah India pada tahun 2019 menunjukkan bahwa ada 714 ribu tempat tidur di rumah sakit di seluruh penjuru negeri. Namun, seiring dengan bertambahnya penduduk, tentunya hal itu memerlukan penambahan.

Menurut data Organisasi ekonomi (OECD) India kini hanya memiliki 0.5 tempat tidur per 1000 orang, yang tentunya merupakan jumlah yang sangat minim jika dibanding dengan negara lain seperti China yang memiliki 4.3 tempat tidur rumah sakit per 1000 orang, dan AS memiliki 2.8.



Keuntungan Sektor Industri China Turun Terdampak Covid-19

Namun, ini bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi oleh dunia medis India dalam menangani wabah Covid-19. Otoritas Mumbai pada 16 Mei lalu menyatakan bahwa mereka tidak memiliki jumlah tenaga medis yang memadai untuk menangani pasien Covid-19.

Sehingga, petugas medis seperti dokter harus bekerja dengan durasi yang lebih lama dari aturan kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah. Beberapa petugas medis profesional mengatakan kepada Reuters bahwa mereka kewalahan dan harus menangani pasien COvid-19 tanpa menggunakan perlengkapan yang memadai. Kondisi tersebut tentunya membuat mereka sangat beresiko terpapar virus Corona Covid-19.

Sejumlah rumah sakit di Kota Mumbai bahkan terpaksa ditutup untuk beberapa hari akibat adanya petugas medis yang tertular virus Covid-19. Meski demikian, pemerintah India tidak melaporkan adanya kasus kematian staf medis yang positif terinfeksi Covid-19.

"Di negara kami, fasilitas kesehatan tidak pernah mendapatkan prioritas," ujar Dr. Adarsh Pratap Singh dikutip dari Al Jazeera pada Rabu (27/5).

"Pemerintah sekarang mulai menyadari kenyataan yang ada, namun itu sudah sangat terlambat," imbuhnya.

Selandia Baru Segera Buka Kembali Perjalanan dari dan ke Australia
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita