Jitunews.Com
14 Mei 2020 11:02 WIB

Bagaimana Bayar Zakat di Tengah Pandemi Corona? BAZNAS Berikan Penjelasan

Umat muslim wajib membayar zakat fitrah

Ilustrasi zakat. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Muhammad Arifin Purwakananta menyampaikan bahwa setiap umat muslim wajib mengeluarkan zakat. Lantas bagaimana dengan umat muslim yang mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) akibat adanya wabah corona?

Arifin menjelaskan bahwa umat muslim yang mengalami PHK dan tidak mencapai batas nisab, maka tidak wajib membayar zakat. Namun apabila umat muslim tersebut mengalami PHK tapi masih memiliki sumber pendapatan lain dan mencapai nasab makan wajib untuk tetap membayar zakat.

"Jika ada pemotongan gaji sampai batas nisab zakat tidak dicapai, maka tidak wajib berzakat," kata Arifin sepeti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (14/5/2020).



Kasus Baru Corona Capai Puncak Tertinggi, IDI: Jangan Longgarkan PSBB!

Perlu diketahui bahwa ada dua jenis zakat yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zaakat fitrah diwajibkan bagi setiap umat muslim setiap bulan Ramadan sampai batasnya sebelum khotib naik mimbar pada Hari Raya Idul Fitri. Zakat fitrah diberikan dalam bentuk bahan makanan pokok masyarakat setempat.

"Zakat fitrah setiap jiwa diwajibkan zakat fitrah sebesar 2,5 kilogram (Kg) beras atau 3,5 liter kalau dirupiahkan itu setara Rp 40 ribu-Rp 50 ribu," ujarnya.

28 Warga Jadi ODP Usai Salat Terawih Berjemaah, Kemenag: Tidak Ada Alasan Relaksasi Rumah Ibadah

Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait