Jitunews.Com
4 Mei 2020 05:15 WIB

Tak Perlu Impor, Kemenristek Kembangkan Rapid Test dari Strain Virus Lokal

Pemerintah akan meluncurkan 10 ribu rapid test kit untuk menangani virus corona

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro (Biro Pers Setpres)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pihaknya tengah mengembangkan 10 ribu rapid test kit. Rencananya rapid test kit tersebut siap digunakan pada tanggal 8 Mei 2020.

Rapid test kit dikembangkan oleh konsorsium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi bersama Universitas Gadjah Mada, Universits Airlangga, dan akan diproduksi oleh PT Hepatika. Rapid test kit tersebut menggunakan strain virus dari pasien positif corona di Indonesia.

"Perkembangan tes kit yang dilakukan sudah menggunakan virus Indonesia atau biasa kita sebut local transmission virus," kata Bambang Brodjonegoro dari Kantor BNPB, Minggu (3/5/2020).



Berencana Merelaksasi PSBB, Mahfud MD: Ekonomi Tidak Boleh Mati

Bambang menambakan bahwa pihaknya juga tengah memproduksi reagen biuret biosensor untuk rapid test. Alat tersebut sudah dilengkapi dengan microchip. "Yang berbasis microchip itu baru akan dihasilkan tiga bulan dari sekarang," ujarnya.

Bambang berharap, dengan adanya produksi lokal tersebut, pemerintah tak perlu lagi impor peralatan kesehatan. Indonesia mampu memproduksi alat kesehatan dengan kearifan lokal.

3 Penumpang KRL Positif Corona, Ridwan Kamil: PSBB Bisa Gagal
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait