Jitunews.Com
9 April 2020 12:48 WIB

Soal Covid-19, Dokter: Agama Tak Berurusan dengan Penyakit, Itu Urusan Biologis

Kontribusi agama adalah mempersiapkan umat agar merespon Covid-19 ini dengan sikap mental dan spiritualitas yang positif dan matang

Ilustrasi (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Berbagai spekulasi timbul sejak pandemi corona atau Covid-19 melanda sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia. Ada yang menyebut virus tersebut buatan manusia. Ada pula yang menganggap kehadiran corona sebagai bentuk teguran dari Tuhan.

Menanggapi hal itu, Dr. Albertus Patty menegaskan bahwa penyakit seperti Covid-19 merupakan fenomena biologis. Ia menilai asumsi negatif maupun positif terhadap virus ini adalah hal yang cukup wajar.

“Penyakit adalah kewajaran. Ini masalah biologis. Sepanjang kita hidup penyakit pasti ada. Tidak terelakkan. Kita tidak dapat mengontrolnya. Tetapi, cara orang meresponnya bisa berbeda. Orang bisa memilih: meresponnya secara negatif dan kekanak-kanakan atau secara positif dan kedewasaan,” kata Albertus, seperti dikutip dari Tagar pada Kamis (9/4).



Sebut Kabar Buruk, Denny Siregar: Virus Corona, Sesudah Itu PHK

Dia meminta semua pihak agar tidak mengaitkan Covid-19 dengan hal di luar bidang kesehatan. Yang terpenting, ujar Albertus, persiapan mental dan spiritualitas positif dalam menghadapi wabah yang pertama kali ditemukan di China itu.

“Agama tidak berurusan dengan penyakit. Itu urusan biologis. Para dokter ahlinya. Agama pun tidak berurusan dengan kebijakan ekonomi. Urusan ekonom. Kontribusi agama adalah mempersiapkan umat agar merespon Covid-19 ini dengan sikap mental dan spiritualitas yang positif dan matang. Tanpa sikap positif dan dewasa, orang akan menderita meski tidak sakit apa pun. Hidupnya akan dibayangi keluh kesah, frustrasi dan keputusasaan,” jelasnya.

“Sebaliknya, respon positif akan menghasilkan kegembiraan, pengharapan, iman serta cinta kasih dalam situasi apa pun. Tung Desem Waringin, pengusaha yang menyebar duit melalui pesawat, tertular Covid-19. Ia sakit, tetapi ia menolak menderita. Ia memilih merespon penyakitnya secara positif dan dalam kedewasaan. Ia terus bernyanyi, bergembira dan membagi harapan kepada siapa pun,” sambung dia.

Albertus mengingatkan kepada pemuka agama agar menanggapi situasi wabah ini dengan sikap kedewasaan. Menurutnya, menuntun umat untuk melihat sebuah persoalan secara luas akan memperkuat keimanan.

“Jadi, fokus agama bukan mengusir Covid-19 dan masalah ekonomi seolah keduanya merupakan setan atau iblis besar. Seharusnya agama memfokuskan diri menolong umat agar dalam situasi apa pun, sehat atau sakit, terpuruk atau sukses, meresponnya dengan positif dan dengan kedewasaan. Sikap ini memampukan orang melihat dan memahami bahwa ternyata persoalan adalah kesempatan yang Tuhan berikan untuk memperkuat iman, meningkatkan kreatifitas, dan membangun solidaritas dengan sesama dan bumi ini,” tegasnya.

Wabah Covid-19, PPP Minta Menperin Awasi Keselamatan Kerja Para Buruh
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita