Jitunews.Com
12 Maret 2020 20:15 WIB

Jual Beli Ginjal Dilarang Secara Hukum, Donor Diperbolehkan, Asal...

"Prosedurnya, pasien yang akan melakukan tindakan transplantasi ginjal harus menyediakan sendiri pendonor ginjal tersebut. Rumah sakit apalagi dokter tidak diperkenankan untuk menawarkan donor ginjal kepada pasien," kata dr. Pringgodigdo Nugroho

Ilustrasi Ginjal (Hello Sehat)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) menyatakan perbuatan menjual ginjal tidak diperbolehkan dari sisi hukum dan medis, namun mendonorkan ginjal kepada orang lain secara sukarela diperbolehkan.

"Prosedurnya, pasien yang akan melakukan tindakan transplantasi ginjal harus menyediakan sendiri pendonor ginjal tersebut. Rumah sakit apalagi dokter tidak diperkenankan untuk menawarkan donor ginjal kepada pasien," kata Wakil Sekretaris Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia, dr. Pringgodigdo Nugroho dikutip dari Antara pada Kamis (12/3).

Ia menjelaskan tindakan jual beli organ termasuk ginjal dilarang oleh hukum dan akan ditindak oleh pihak kepolisian.



Eskalasi Covid-19: Saatnya Gerakan Nasional Cegah Tuntas Virus Covid-19

"Ada undang-undangnya tidak boleh jual beli (organ), polisi yang akan tindak lanjut di ranah hukum," jelasnya.

Transplantasi ginjal adalah sebuah metode untuk mengganti ginjal yang sudah tidak berfungsi akibat gagal ginjal dengan organ ginjal milik orang lain yang masih sehat. Ginjal sendiri memiliki fungsi untuk menyaring dan menetralkan racun di dalam tubuh. Penderita gagal ginjal harus menjalani cuci darah setidaknya delapan kali dalam sebulan untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Tambah Daya Tahanmu, Minuman Cegah Virus Ready di Bobba Sugar
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita