Jitunews.Com
22 Februari 2020 10:30 WIB

Penyelidikan Kasus Korupsi yang Dihentikan, KPK: Ada di Banyak Daerah, Ada di Kementerian

Pimpinan KPK Alexander Marwata menilai penghentian penyelidikan kasus korupsi di Indonesia bukanlah sesuatu hal yang baru

Pimpina KPK Alexander Marwata (jatimTIMES)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata mengungkapkan mayoritas kasus korupsi yang dihentikan penyelidikannya karena tak cukup bukti merupakan kasus suap.

"Suap itu terkait dengan pengadaan barang dan jasa, terkait dengan pengurusan perkara dan terkait dengan jual beli jabatan," ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020).

Ia enggan menyebut kasus apa saja yang saat ini tengah dalam proses penyelidikan karena hal tersebut bersifat rahasia dan bukan konsumsi publik, dan masih sebatas dugaan.



Marwan Batubara Ungkap Sosok Dibalik Suksesnya Ahok Lolos dari Kasus Korupsi

"Ada di banyak daerah, ada di kementerian. Ada di kabupaten, pulau Sulawesi dan pulau Sumatera. Di Kementerian di Jakarta," ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini KPK melakukan banyak penghentian penyelidikan tertutup dugaan kasus korupsi karena belum mendapatkan cukup bukti. Ia menilai persoalan penghentian tersebut merupakan hal yang biasa.

"Saya yakin lebih dari 100 lah penyelidikan yang kita hentikan juga [saat periode Agus Rahardjo]. Sebagian besar juga tertutup," ujarnya.

KPK Buka Peluang Lanjutkan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi yang Dihentikan
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita