Jitunews.Com
22 Februari 2020 07:04 WIB

Geger Ganti Salam Pancasila, Ini Kata BPIP

BPIP menyatakan tidak bermaksud untuk mengganti salam muslim dengan salam Pancasila

Kepala BPIP Yudian Wahyudi (istemewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Direktorat Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP memberi klarifikasi terkait pernyataan Kepala BPIP Yudian Wahyudi tentang penggantian salam ‘Assalamualaikum’ dengan salam Pancasila. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah berkeinginan untuk mengganti sapaan tersebut.

"BPIP tidak pernah mengusulkan penggantian Assalamualaikum dengan Salam Pancasila. Yang disampaikan adalah mengenai kesepakatan-kesepakatan nasional mengenai tanda dalam bentuk salam dalam pelayanan publik, dalam kaitan ini kesepakatannya adalah Salam Pancasila," kata BPIP dalam siaran pers, Sabtu (22/2).

BPIP menerangkan jika salam Pancasila pertama kali digaungkan oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah BPIP di hadapan peserta Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Bogor tanggal 12 Agustus 2017.



Indonesia Miliki Tambang Emas Baru! Sudah Serap Ratusan Pekerja Lokal

Salam Pancasila dilakukan dengan mengangkat lima jari di atas pundak dengan lengan tegak lurus. Makna mengangkat kelima jari di atas pundak adalah sebagai simbol penghormatan seluruh elemen masyarakat terhadap lima sila Pancasila. Penghormatan dan pelaksanaan sila-sila harus dijalankan seluruh elemen masyarakat.

"Memperhatikan kondisi sekarang ini, Salam Merdeka yang sekarang diadopsi menjadi Salam Pancasila tetap relevan di tengah kecenderungan orang atau kelompok tertentu yang lantang mengucapkan salam keagamaan yang berisikan pesan damai, tetapi tidak berbanding lurus dengan perbuatannya yang tidak memberi damai kepada orang lain," ujar BPIP.

Dilantik Jadi Ketum, Suharno Ingin PKWS Berkontribusi Membangun Karanganyar
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita