Jitunews.Com
17 Februari 2020 17:49 WIB

Bicara Soal Kesetaraan, Yenny Wahid Sebut Konstitusi Saja Tak Cukup

Yenny Wahid menilai perempuan bisa melakukan hal yang lebih luas dari ranah domestik

Yenny Wahid (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisaris independen PT Garuda Indonesia, Yenny Wahid, angkat bicara mengenai ketidakadilan yang diterima kaum perempuan. Dia mengatakan bahwa kemampuan perempuan tidak sebatas pada ranah domestik saja.

"Ketika kita memperlakukan ibu kita dengan menggampangkan sarapan yang dibuat ibu kita, kita sudah memberikan perlakuan yang tidak adil. Kenapa? Ini adalah discrimination terhadap perempuan," kata Yenny di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia, Depok, dilansir dari detikcom, Senin (17/2).

"Ini salah satu contoh ketidakadilan sosial. Perempuan banyak dibilang harus berada dalam ranah domestik. Bagian ngucek, ngulek, masak bersih-bersih, cuci-cuci, membesarkan anak itu ranah perempuan ya, prof?" imbuhnya.



Prabowo Menteri Terbaik, PDIP: Jokowi Orang yang Selalu Tepat

Menurut Yenny, perlu adanya keseimbangan meskipun amanat konstitusi telah menjamin kesetaraan bagi setiap warga negara Indonesia.

"Konstitusi kita menjamin semua warga mau mau Kristen Islam Budha Hindu dan lain-lain, kepercayaan Jawa Sunda Papua dan lain-lain semua setara di mata hukum but it's not enough, tidak cukup karena perlu ada equity," tukasnya.

Soal Kepuasan Masyarakat Terhadap Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko: Bukan Superman
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita