Jitunews.Com
16 Februari 2020 04:30 WIB

Pengakuan Anak Eks ISIS: Mereka Potong Tangan dan Kaki Saya dengan Pisau

Anak-anak yang menolak bergabung dengan ISIS akan dipotong kaki dan tangannya

Ilustrasi. (vocativ.com)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Polemik pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia masih menjadi bahan perbincangan masyarakat. Banyak yang menolak, namun tak sedikit yang meminta untuk dipulangkan ke Indonesia, terutama anak-anak WNI eks ISIS.

Disaat yang bersamaan, video lama yang menceritakan anak rekrutan ISIS menjadi sorotan publik. Video yang berjudul "The Children Brainwashed To Become Jihadis" diunggah pada 15 Oktober 2015 ramai dibicarakan masyarakat.

Pada video tersebut, seorang remaja mantan ISIS, Abu Ibrahim (nama disamarkan) menceritakan tentang pengakuan yang mengejutkan selama proses rekrutmen ISIS. Anak-anak yang menolak bergabung dengan ISIS akan dipotong kaki dan tangannya, termasuk ia sendiri.



PKS Pertanyakan Nasib WNI Eks ISIS yang Tidak Membakar Paspor di Suriah

"Mereka mengumpulkan orang-orang, mereka mengikat tangan dan kaki saya. Mereka meletakkan tangan saya di atas papan kayu. Dan memotong tangan saya dengan pisau, lalu memotong kaki saya dan meletakkan keduanya di depan agar saya dapat melihat," kata Omar pada video tersebut.

Untu diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Komisi Perlindungan Anak (KPAI) saat ini sedang mempertimbangkan pemulangan anak WNI eks ISIS. Akan dikaji secara mendalam karena adanya unsur-unsur keamanan.

Cegah Masuknya WNI Eks ISIS Melalui Jalur Tikus, Bamsoet Minta Pengawasan Bandara Diperketat
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita