Jitunews.Com
16 Februari 2020 09:30 WIB

Hati-Hati ! Ini 7 Kebiasaan Buruk Penyebab Serangan Jantung

Menonton tv dan mengkonsumsi daging merah dalam jumlah besar adalah salah satu kebiasaan buruk penyebab serangan jantung. Batasi asupannya agar usia hidupmu lebih lama

Ilustrasi serangan jantung - sinicropispine.com ()

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Serangan jantung menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbesar di Dunia. World Health Organization (WHO) mencatat ada lebih dari 17 juta orang di seluruh Dunia meninggal karena serangan jantung. Sayang, sebagian besar tidak menyadari gejalanya.

WHO mengatakan bahwa salah satu penyumbang terjadinya serangan jantung adalah kebiasaan buruk seperti merokok dan kurang istirahat. Kebiasaan buruk penyebab serangan jantung ini sering disepelekan, hingga menyebabkan sekitar 8,7 juta orang meninggal disebabkan oleh penyakit jantung koroner.

Angka kematian akibat serangan jantung di negara berkembang malah makin tinggi. Setidaknya lebih dari 75% kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang. Lantas apa kebiasaan buruk penyebab serangan jantung yang sering diacuhkan tersebut? Berikut ulasannya :



Ingin Terhindar dari Penyakit Jantung? Rajinlah Konsumsi 5 Makanan Ini!

Kebiasaan Buruk Penyebab Serangan Jantung

1. Menonton Televisi
Ternyata kebiasaan menonton televisi juga menjadi salah satu kebiasaan buruk penyebab serangan jantung dan stroke, bahkan ketika kamu termasuk pribadi yang rajin berolah raga. Harmony R. Reynolds Direktur Asosiasi Cardio vascular Clinical Research Center menjelaskan bahwa olahraga yang kita lakukan beberapa menit dalam sehari itu tidak mampu mengimbangi lonjakan kadar lemak dan gula dalam darah karena terlalu lama duduk. Kurangnya gerakan dapat mempengaruhi kondisi tubuh. Berjalan-jalan setiap 20 menit sekali akan mengurangi resiko tersebut.

2. Menganggap Dengkuran sebagai hal Biasa

Tahukah kamu bahwa mendengkur bisa menjadi tanda telah terjadi sesuatu dengan tubuhmu? Salah satu kemungkinan yang bisa terjadi adalah kamu mengalami obstructive sleep apnea. Gangguan ini, ditandai dengan pernapasan yang terganggu saat tidur, dapat menyebabkan tekanan darah melambung tinggi.

Di Amerika setidaknya ada 18 juta orang dewasa menderita sleep apnea, yang meningkatkan resiko penyakit jantung. Orang-orang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki resiko lebih tinggi untuk sleep apnea, namun tidak menutup kemungkinan kamu yang bertubuh mini juga bisa mengalaminya. Jika selama tidur kamu sering mendengkur dan sering terbangun dengan perasaan lelah, segeralah pergi ke dokter karena bisa jadi salah satu tanda adanya penyakit dalam tubuh.

3. Terlalu Banyak Minum Alkohol

Penelitian menunjukkan mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedikit mungkin baik untuk jantung tapi kelebihan alkohol dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, meningkatnya kadar lemak darah, dan gagal jantung. Selain itu, kalori ekstra dapat menyebabkan kenaikan berat badan, ancaman bagi kesehatan jantung. Jika kamu salah satu penggemar minuman beralkohol cobalah untuk mengurangi takarannya. Minum tidak lebih dari dua porsi minuman per hari untuk pria, dan satu porsi untuk wanita. (Satu minuman berarti 12 ons bir atau 4 ons gelas anggur).

4. Makan Berlebih

Kelebihan berat badan adalah faktor resiko utama penyakit jantung. Cobalah makan lebih sedikit, hindari porsi yang terlalu besar, dan ganti minuman manis dengan air mineral. Reynolds dan Dr. Hochman juga menyarankan pemotongan ukuran porsi untuk karbohidrat berkalori tinggi seperti nasi dan roti putih dan perhatikan makanan yang berlabel “rendah lemak,” yang seringkali justru tinggi kalori.

Kebiasaan buruk penyebab serangan jantung lainnya adalah makan daging merah secara berlebih. Pemandangan menyantap daging merah secara berlebih sering kita lihat saat perayaan Idul Adha, dimana rata-rata muslim Indonesia bisa menikmati daging sapi dan domba 1 kg lebih dalam sehari.

Padahal daging merah mengandung lemak jenuh yang tinggi, dan ada juga bukti bahwa daging olahan, seperti bacon dan hot dog, meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular dan kanker kolorektal. Tak bisa lepas dari daging sapi? Pilih satu potong daging merah tanpa lemak dan batasi asupannya. Makan daging seminggu sekali dibolehkan, yang jadi masalah yakni ketika kamu makan daging 3x dalam sehari.

5. Menjadi Perokok Aktif dan Pasif

Kamu pasti sudah tak asing dengan istilah "Merokok dapat menyebabkan penyakit jantung". Jutaan kali pemerintah berusaha mencegah terjadinya serangan jantung yang dialami perokok aktif maupun pasif. Merokok menyebabkan pembekuan darah, yang dapat menghalangi aliran darah ke jantung, dan berkontribusi terhadap penumpukan plak di arteri. Faktanya, sekitar 46.000 perokok yang hidup dengan perokok meninggal karena penyakit jantung setiap tahun karena asap rokok.

6. Menghindari buah dan sayuran

Menurut para pakar kesehatan dunia diet yang paling menyehatkan jantung adalah pola makan nabati. Itu artinya kita harus lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, susu rendah lemak, dan protein, dan menjaga junk food seminimal mungkin. Para dokter merekomendasikan bahwa setengah dari seporsi makanan harus terdiri dari buah-buahan dan sayuran. Penelitian telah menemukan bahwa orang yang makan lebih dari lima porsi buah dan sayuran sehari memiliki resiko penyakit jantung dan stroke sekitar 20% lebih rendah dari pada orang yang makan kurang dari tiga porsi sehari.

7. Jarang Memeriksakan Diri

Kebanyakan orang Indonesia baru memeriksakan diri ke Rumah Sakit saat kondisi sudah mengalami sakit kritis. Padahal hal ini bisa dicegah dengan deteksi sedini mungkin melalui sejumlah check-rutin yang bisa dilakukan setiap tahun. Pemeriksaan kolesterol, tekanan darah, dan gula darah penting untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Resiko seseorang terkena hipertensi, atau tekanan darah tinggi, untuk orang dewasa di usia 50-an adalah sekitar 90%, bahkan dengan mereka yang tidak pernah memiliki masalah sebelumnya. Hanya karena kamu merasa sehat di usia 20-an bukan berarti tak akan pernah mengalami serangan jantung di usia 50-an. Karena resiko serangan jantung selalu ada dan dapat menimpa siapa saja

Jika memeriksakan diri setiap tahun menjadi beban, lantaran biaya check up yang mahal kamu bisa pilih yang lebih ringan yakni membeli polis untuk perlindungan kesehatan. Beli asuransi kesehatan keluarga di Futuready.com, situs broker asuransi terbaik di Indonesia. Memilih polis untuk kesehatan individu akan memberikan banyak manfaat seperti, perawatan rawat inap, rawat jalan, bahkan untuk penyakit-penyakit kritis seperti jantung.

Ketika memiliki perlindungan kesehatan, ancaman penyakit kritis seperti serangan jantung tidak lagi jadi beban berat karena persoalan biayapun sudah menjadi tanggung jawab pihak asuransi.

Jika Kamu Ingin Memperpendek Umur, Minumlah Minuman Bersoda Tiap Hari
Halaman:
  • Penulis: Meiliyah

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita