Jitunews.Com
5 Februari 2020 16:49 WIB

PKB: Ya Memang Lucu, Sumber Daya Kita Melimpah Tapi Impor

PKB dorong pemerintah meminimalisir impor dalam bidang pangan

Ilustrasi petani. (dok. Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi VI DPR RI, Mohamad Toha mengingatkan pekerjaan rumah yang harus diprioritaskan perusahaan plat merah di bidang pangan, yakni meminimalisir impor pangan.

"Sesuai perintah Pak Jokowi, kita harus kurangi impor pangan. Ya memang lucu, sumber daya kita melimpah tapi impor.

PR BUMN Pangan ini bagaimana caranya bisa kurangi impor, lebih bagus lagi kalau bisa swasembada," kata Toha saat Rapat Kerja dengan Wakil Menteri BUMN 1 dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Perum Bulog, PT Berdikari, PT PPI, PT RNI, PT Pertani, PT Syang Hang Sri, PT Garam, dan PT BGR di Kompleks Parlemen, Jakarta Rabu (5/2/2020).



Ma'ruf Amin Sebut Kondisi Pangan Ironis, Demokrat ke Jokowi: Ini Ada Kritik dari Ulama Besar

Diketahui, beragam kebutuhan pangan Indonesia belum mampu tercukupi dari dalam negeri. Seperti beras, jagung, bawang putih, gula, garam, daging sapi, bahkan ikan.

Toha menilai hal tersebut selain sangat ironis mengingat melimpahnya sumber daya alam Indonesia, juga rentan bagi ketahanan dan kedaulatan pangan.

"Karenanya, BUMN Pangan itu sebetulnya tulang punggung bagi ketahanan pangan Indonesia," tuturnya.

Politisi PKB ini mengatakan bahwa fungsi BUMN Pangan sebagai tulang punggung ketahanan pangan inilah yang harus menjadi perhatian bersama DPR dan Pemerintah.

"Banyak dari BUMN Pangan ini belum menghasilkan laba, bahkan ada yang rugi. Meski begitu, DPR dan Pemerintah harus membantu mereka yang punya visi bagus untuk mengurangi impor," ujarnya

Menurutnya, BUMN untung itu wajib. Tapi juga jangan lupa fungsi sosial BUMN Pangan sebagai penyangga ketahanan pangan dan penyedia kebutuhan pangan bagi masyarakat.

"Ekstrimnya, BUMN rugi pun tak masalah, kalau rakyat tercukupi kebutuhan pangannya dari dalam negeri. Sekaligus, petani, peternak, petambak, nelayan tentu akan sejahtera ketika impor berkurang," tukasnya.

HIndari Tengkulak, Petani Kopi Didorong Bentuk Koperasi
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar,  Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita