Jitunews.Com
31 Januari 2020 09:12 WIB

KKP Bakal Bangun Pusat Induk Ikan Unggul Nasional

Nantinya broodstock center akan jadi pusat teknologi perbenihan dan budidaya

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto di Rumah Dinas Bupati Musi Rawas. Kamis (30/1). (Dok. KKP)

MUSI RAWAS, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memilih Kabupaten Musi Rawas sebagai pusat pengembangan induk ikan unggul nasional (national broodstock center). Pemilihan Musi Rawas sebagai lokasi broodstock center, selain karena kabupaten ini merupakan salah satu sentral budidaya ikan air tawar, juga karena komitmen Pemda yang tinggi dalam upaya memajukkan perikanan budidaya. Adapun lahan untuk pembangunan broodstock center ini seluas 41 hektar yang merupakan hibah dari Pemda Kabupaten Musi Rawas.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto di Rumah Dinas Bupati Musi Rawas. Kamis (30/1).

Slamet menjelaskan keberadaan broodstock center ini nantinya akan berdiri sendiri menjadi Balai dan jadi penyangga stock suplai induk ikan unggul dan benih bermutu guna memenuhi kebutuhan nasional, khususnya untuk wilayah Sumatera. Slamet menargetkan nantinya broodstock center ini akan mampu memproduksi induk unggul minimal 400.000 ekor per tahun dan minimal 20 juta ekor benih bermutu per tahun dengan komoditas utama yakni ikan nila, patin, jenis ikan endemik dan lokal dan ikan hias spesifik lokal.



63 Juta Orang Indonesia Buang Air Besar Sembarangan?

"Keberadaan broodstock center ini sangat penting dan strategis sebagai bagian dalam mengembangkan logistik induk dan benih nasional. Kami akan fokus untuk kembangkan komiditas unggulan ikan air tawar dan di dorong untuk mensuplai kebutuhan nasional khususnya di wilayah Sumatera. Saya meyakini nanti ada multiplier effect yakni tumbuh dan berkembangnya unit unit pembenihan rakyat dan sekaligus memicu perkembangan aktivitas budidaya di berbagai daerah. Di samping itu, nantinya broodstock center akan jadi pusat teknologi perbenihan dan budidaya, sarana untuk magang dan pelatihan," jelas Slamet.

Selain untuk pengembangan induk bagi komoditas unggulan komersial, broodstock center ini nantinya juga akan fokus pada produksi induk dan benih bagi jenis jenis ikan endemik dan spesifik lokal seperti papuyu, belida dan lainnya.

"Broodstock center ini nantinya akan menerapkan teknologi modern yakni dengan sistem RAS (Recirculating Aquaculture System). Sistem ini akan mampu menggenjot produktivitas benih hingga 100 kali lipat. Oleh karenanya, kami sangat berharap ada dukungan dari penganggaran dari Komisi IV, sehingga pembangunannya bisa segera diselesaikan dalam waktu tidak terlalu lama", pungkasnya.

Diperkirakan anggaran untuk pembangunan broodstock center ini menelai biaya sekitar Rp. 200 milyar.
Dimana di dalamnya, akan dibangun berbagai sarana dan prasarana produksi mulai dari sarana perbenihan modern, hingga unit pakan ikan mandiri. Jadi nanti ada sarana dan prasarana yang dibangun secara terintegrasi.

Ditanya terkait dukungan Komisi IV terkait rencana pembangunan broodstock center ini. Wakil Ketua Komisi, Daniel Johan mengatakan, Komisi IV akan sangat mendukung apapun upaya yang tujuannya membangun ekonomi masyarakat. Menurutnya langkah KKP untuk membangun pusat induk dan benih ikan nasional sangat positif. Ia menginginkan rencana tersebut juga didukung oleh target yang jelas yakni bagaimana mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, devisa, PAD bagi daerah, dan upaya penurunan stunting.

"Anggaran pembangunan broodstock center ini sekitar Rp. 200 milyar. Tadi kita bisa dengar komitmen dari perwakilan lima fraksi yang hadir. Saya rasa dengan komitmen seluruh fraksi hal ini bisa diusahakan. Jika tidak, maka kebangetan. Yang dibutuhkan saat ini komitmen semua terutama KKP. Pastikan dulu infrastruktur dasarnya seperti sumber air dan akses, jadi begitu dibangun bisa langsung operasional. Kami juga ingin produk ikan khususnya ikan nila yang dihasilkan pembudidaya di Musi Rawas ini bisa naik kelas sehingga bisa menembus pasar ekspor, misalnya ekspor dalam bentuk fillet," Jelasnya.

Sebagai informasi, produksi benih di Kabupaten Musi Rawas tahun 2019 mencapai 1.420.800.000 ekor dengan luas kolam/unit perbenihan seluas 94,36 ha. Produksi benih ini dihasilkan oleh UPTD Dinas Perikanan Kabupaten Musi Rawas dan unit unit pembenihan rakyat. Keberadaan broodstock center ini akan mampu secara signifikan meningkatkan suplai benih bagi pembudidaya.

 

Harga Daging Ayam dan Telur Tertinggi di Samarinda
Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita