Jitunews.Com
24 Januari 2020 20:00 WIB

Atasi Kerusakan Jalan di Musim Penghujan, Kementerian PUPR Kembangkan Teknologi Tambalan Cepat Mantap

Simak ulasan selengkapnya

Para pekerja (Kemen PUPR)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) mengembangkan Teknologi Tambalan Cepat Mantap (TCM) untuk mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mendorong para peneliti yang bertugas di Balitbang Kementerian PUPR untuk menghasilkan produk riset yang dapat diterapkan dalam mendukung kebijakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Indonesia.

“Untuk mampu bersaing dalam konteks global, produk hasil penelitian Balitbang PUPR harus lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik kualitasnya. Hasil penelitian harus dapat digunakan utamanya oleh Kementerian PUPR,” katanya.



Gandeng Qualcomm, Pemerintah Ingin Kembangkan Teknologi 5G

TCM dikembangkan oleh Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) dan pertama kali dikenalkan ke publik pada Desember 2014. TCM merupakan bahan campuran aspal panas (hot mix asphalt) dengan campuran aspal dingin (cold mix asphalt) yang telah dicampur dengan aditif dan dikemas secara pabrikasi. Penggunaan TCM sangat mudah, setelah kemasan dibuka bisa langsung dihampar dan dipadatkan dengan beban lalu lintas atau pemadat ringan (hand stamper). Waktu perbaikan jalan hanya memakan waktu kurang lebih satu jam.

Penggunaan TCM tidak menemui kendala dengan temperatur pemadatan dan dapat digunakan untuk ruas jalan dengan lalu lintas berat serta dapat langsung open traffic. Untuk pemadatan dengan roda kendaraan bisa digunakan untuk lubang yang kedalamannya tidak lebih dari 40 cm.

Penggunaan TCM dapat mengurangi tingkat kerusakan jalan secara cepat sehingga dapat mengurangi kemacetan lalu lintas akibat lubang dan proses perbaikan, termasuk mengurangi tingkat kecelakaan dan memberi kenyamanan pada pengguna jalan. Di samping itu, biaya penggunaan TCM juga relatif lebih terjangkau dibanding alternatif penanganan lain, karena dikemas dalam ukuran 25 kilogram seharga Rp 150.000.

Bahas Pembangunan Infrastruktur, Menteri Basuki Bertemu Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria
Halaman:
  • Penulis: Raka Kisdiyatma

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita