Jitunews.Com
22 Januari 2020 18:30 WIB

Muncul Kerajaan Fiktif, Ma'ruf Amin: Sifatnya Budaya

Indonesia sudah memiliki perkumpulan kerajaan dan sultan Nusantara.

KH Ma'ruf Amin (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, menanggapi kemunculan kerajaan fiktif yang menghebohkan masyarakat. Ma'ruf mengatakan bahwa hal itu tidak boleh dibiarkan.

"Ya kita yang pasti bahwa kita tak akan membiarkan munculnya kerajaan-kerajaan itu, karena kita sudah punya NKRI. Dan kerajaan yang masih diakui eksistensinya itu Jogja. Sehingga sultannya jadi gubernur di Jogja. Selain itu kan sifatnya budaya," ujar Ma'ruf di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Rabu (22/1).

Ia mengaku tidak mempermasalahkan munculnya komunitas kebudayaan selama tidak melanggar dan meresahkan masyarakat.



Soal Penambahan Wakil KSP, Ma'ruf Amin: Ya Terpaksa Digemukkan

"Lalu muncul-muncul komunitas budaya sepanjang tak melanggar, tak menyimpang, dan tak merugikan pihak lain tak ada tindak pidananya. Tapi kalau nanti sudah dilihat ada penyimpangan, itu harus dibubarkan dan harus dilarang," ucapnya.

Ma'ruf mengatakan bahwa Indonesia sudah memiliki perkumpulan kerajaan dan sultan Nusantara.

"Kita kan udah ada perkumpulan kerajaan dan sultan Nusantara. Dan mereka sudah tergabung, jadi yang baru itu kan nggak masuk. Itu pun nggak memiliki kekuasaan dan pengakuan dalam arti konsistensi sebuah kerajaan tapi lebih pada peninggalan budaya, kecuali Jogja yang masih diakui dan sultannya jadi Gubernur DIY," jelas Ma'ruf.

Tak Terima Dicap Stres, Petinggi Sunda Empire Sebut Ridwan Kamil Bodoh
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita