Jitunews.Com
20 Januari 2020 03:04 WIB
Dibaca 1041 x

Bingung Menentukan Strategi dalam Bisnis UMKM? Coba Cara Ini!

Strategi dalam bisnis UMKM

Seorang ibu sedang membatik di rumah batik palbatu, Jakarta, Rabu (18/05/2016). (Jitunews/Johdan A.A.P)

MENENTUKAN STRATEGI BISNIS UMKM DENGAN MENGGUNAKAN LIFE PRODUCT CYCLE

Usaha Mikro Kecil Menengah atau yang sering disingkat UMKM merupakan jenis usaha yang sangat berkembang di Indonesia. Banyak barang dan layanan disekitar kita yang merupakan hasil kreasi dari UMKM, seperti toko kelontong atau kios di sekitar rumah tempat membeli kebutuhan pokok sehari-hari, warung makan, jasa service AC, bahkan pada era digital ini tidak sedikit juga pemilik usaha UMKM yang tidak memiliki toko tetapi memasarkan barang atau layanannya secara online.

Dalam menjaga agar bisnis UMKM tersebut dapat terus berkelanjutan dan berkembang, pemilik usaha setidaknya harus memiliki strategi dalam merawat bisnisnya. Salah satu cara sederhana dalam menentukan strategi yang harus dilakukan agar bisnis dapat terus berkelanjutan adalah dengan melakukan analisis terhadap tahapan Life Product Cycle.



Menteri Sosial Ikut Komentari Video Merry Riana, Kenapa?

Life Product Cycle atau Siklus Hidup Produk merupakan sebuah konsep yang menggambarkan siklus sebuah produk, baik itu barang atau jasa, yang dipasarkan kepada konsumen mulai dari tahap pengenalan produk hingga tahap produk tersebut menghilang dari pasar. Siklus Hidup Produk memiliki 4 tahapan yaitu Tahap Perkenalan (Introduction), Tahap Perkembangan (Growth), Tahap Kedewasaan (Maturity), Tahap Penurunan (Decline). Berikut adalah penjelasan singkat tentang tahapan tersebut serta strategi yang secara umum yang dapat digunakan oleh pemilik usaha UMKM.

1.  Tahap Perkenalan (Introduction)

Tahapan perkenalan merupakan tahapan pertama dalam Siklus Hidup Produk. Ini adalah tahapan dimana pemilik bisnis UMKM mulai memperkenalkan produknya. Ciri-ciri tahap ini adalah :

a. Produk baru diperkenalkan ke pasar,

b. Omzet penjualan masih rendah

c. Cash flow negative,

d. Konsumen enggan untuk mengambil produk yang masih belum terbukti kualitasnya.

Strategi yang sering digunakan dalam tahap ini adalah :

a. Mengeluarkan biaya yang besar untuk promosi pengenalan produk kepada pasar,

b. Distribusi produk yang terfokus (pada wilayah yang terbatas atau berdasarkan segmentasi pasar),

c. Menetapkan harga produk yang rendah untuk menarik minat pasar.

2. Tahap Perkembangan (Growth)

Dalam tahap ini produk yang diperkenalkan sudah dikenal dan dapat diterima konsumen. Ciri-ciri tahap ini adalah :

a. Memperluas pasar,

b. Omzet penjualan yang naik secara signifikan,

c. Kapasitas produk yang dihasilkan meningkat,

d. Mulai muncul pesaing.

Strategi yang sering digunakan dalam tahap ini adalah :

a. Memperkuat branding,

b. Memperbanyak saluran distribusi,

c. Meningkatkan kualitas produk atau menambah nilai produk,

d. Masih mengeluarkan biaya yang besar untuk memperluas pasar.

3. Tahap Kedewasaan (Maturity)

Omzet cenderung menurun karena beberapa factor, dimana salah satunya adalah banyaknya pesaing yang berdatangan merebut pangsa pasar.

a. Persaingan yang ketat antar pemilik bisnis,

b. Harga produk turun,

c. Adanya laba yang besar bagi pemimpin pasar,

d. Pertumbuhan penjualan mulai berkurang,

e. Terjadi kejenuhan pasar terhadap produk yang ditawarkan.

Strategi yang sering dilakukan dalam tahap ini adalah :

a. Melakukan inovasi terhadap produk yang sudah ada,

b. Menerapkan harga yang bersaing,

c. Memasuki segmen pasar baru, menambah produk

d. Mempertahankan konsumen,

e. Distribusi yang intensif.

4. Tahap Penurunan (Decline)

Produk mengalami kemunduran dan mulai menghilang dari pasar. Ciri-ciri tahap ini dalah :

a. Laba menurun secara signifikan, Cash Flow melemah

b. Pasar menjadi jenuh,

c. Produk substitusi diterima konsumen,

d. Perubahan teknologi

e. Harga produk turun.

Beberapa strategi yang dapat dilakukan adalah :

a. Mempersempit saluran produksi,

b. Mengubah produk,

c. Menambah investasi agar dapat menempati posisi persaingan yang lebih baik,

d. Mencari pasar baru.

Dengan melakukan analisis tahapan Siklus Hidup Produk tersebut pemilik usaha UMKM dapat mendapatkan gambaran tentang produk yang dipasarkan sehingga pemilik usaha dapat menentukan strategi apa yang cocok untuk dapat mempertahankan produknya di pasar dan dapat merawat bisnisnya.

 

Ditulis oleh: Yoresy Erets

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Neraca Perdagangan 2019 Tekor, Ini Strategi Pemerintah
Halaman:

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita