Jitunews.Com
5 Januari 2020 06:30 WIB

Minta Pemerintah Tidak Lembek Soal Natuna, Bamsoet: Jangan Biarkan Ada Maling Masuk

Simak berita selengkapnya

()

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah untuk menindak tegas kapal nelayan China yang masuk ke wilayah perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Bamsoet juga menyebut klaim China terhadap Laut Natuna tidak memiliki dasar hukum.

"ZEE punya kekuatan hukum tetap dan mengikat sebagaimana ditetapkan berdasarkan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) atau Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut. Jadi klaim sepihak China bahwa perairan Natuna merupakan wilayah mereka, sesungguhnya tak punya dasar apapun di PBB," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (4/1).

"Karena itu pemerintah perlu bertindak tegas, bukan hanya dengan mengirimkan protes diplomatik, melainkan juga melakukan tindakan hukum tegas, seperti misalnya penenggelaman kapal," imbuh Bamsoet.



Prabowo Cool Hadapi Klaim China, NasDem: Kurang Elegan

Bamsoet mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh lembek agar tidak diinjak-injak negara lain.

"Kalau kita lembek, negara manapun akan dengan mudah menginjak-injak harga diri kita. Namun, jika kita berani mengambil sikap tegas, siapapun akan segan dengan Indonesia. Ini rumah kita, jangan biarkan ada maling masuk dan kita hanya tersenyum menikmati dirampok," ujarnya.

Politikus Golkar ini mendorong pemerintah dan Komisi I DPR RI untuk segera menyusun anggaran penambahan kekuatan armada penjaga (coast guard).

"Sebagaimana pepatah Romawi kuno, si vis pacem para bellum, jika kau mendambakan perdamaian bersiaplah menghadapi perang. Artinya, kita perlu mempersiapkan kekuatan tempur yang prima agar bisa menghadapi situasi terburuk seperti perang," jelasnya.

"Karena jika kita lembek dan tak punya kekuatan, negara lain dengan mudahnya akan menginjak harga diri kita. Namun jika kita kuat, negara lain akan berpikir berjuta kali untuk berhadapan dengan Indonesia," pungkas Bamsoet.

Masalah Laut Natuna, PAN: Dulu Juga Pernah Terjadi
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita