Jitunews.Com
20 Desember 2019 19:47 WIB

Listing Perdana di NYSE, Indonesia Energy Catatkan Sejarah

Aksi Indonesia Energy menjadi sejarah dan kebanggaan masyarakat Indonesia.

Ilustrasi Blok Migas (Katadata)

NEWYORK, JITUNEWS.COM - Indonesia Energy Corporation Limited (IEC) mencatatkan saham perdana (listing) di The NYSE American LLC Exchange dengan skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). IEC merupakan perusahaan induk hulu migas yang memiliki sejumlah blok migas di Indonesia.

Saham IEC sudah mulai diperdagangkan pada tanggal 19 Desember 2019 kemarin dengan kode "INDO". Penawaran ini diperkirakan akan ditutup pada 23 Desember 2019.

Dalam IPO tersebut, IEC menawarkan kurang lebih sebanyak 1,3 juta lembar saham. Aksi Indonesia Energy menjadi sejarah dan kebanggaan masyarakat Indonesia. Pasalnya aksi korporasi tersebut merupakan yang pertama dan satu-satunya perusahaan hulu migas Indonesia yang langsung (direct listing) melantai di NYSE saat ini.



Kementerian ESDM Sebut Sektor Migas Jadi Penyumbang Investasi Terbesar

Tercatatnya nama Energy Corporation dengan kode "INDO" di bursa New York, membuktikan bahwa perusahaan Indonesia mampu dan dipercaya oleh investor asing. Pasalnya, tidak mudah bagi sebuah perusahaan Indonesia untuk bisa menjual sahamnya melalui bursa New York.

Sebelumnya memang sejumlah perusahaan kakap tanah air pernah melantai di bursa NYSE, namun perusahaan tersebut bukan bergerak di sektor migas. Perusahan yang melantai di NYSE adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang sudah tercatat di NYSE dengan kode TLKM sejak 14 November 1995. Selain itu, ada juga PT Indosat Tbk (ISAT) juga pernah melantai di NYSE pada 1994, namun memutuskan untuk delisting pada 2013.

Penawaran saham perdana ini juga disebut bakal menggondol investasi yang cukup besar untuk sektor bisnis hulu migas di Tanah Air lantaran IEC melalui anak perusahaannya, saat ini tengah mengelola sejumlah blok migas di Indonesia dalam melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi migas di wilayah yang diyakini memiliki cadangan migas yang cukup besar.

Dengan akan masuknya arus investasi itu, IEC secara tidak langsung juga membantu pemerintah Indonesia yang saat ini tengah gencar-gencarnya mengundang investor untuk berbisnis di sektor hulu migas. Bahkan, untuk mengundang investor asing, pemerintah juga memberikan sejumlah insentif dan kemudahan lainnya untuk bisa memutar uangnya di sektor migas.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya kebutuhan energi yang terus meningkat dari waktu ke waktu harus ditunjang juga dengan peningkatan produksi migas agar sejumlah program besar pemerintah bisa terealisasi dan ketahanan energi nasional semakin kuat.

Cari Cadangan Migas, PHE Jambi Merang Kucurkan US$196 Juta
Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita