Jitunews.Com
9 Desember 2019 01:30 WIB

Sesalkan Jokowi Beri Grasi ke Annas, PKS: Itu Tidak Sesuai dengan Semangat Pemberantasan Korupsi

Simak berita selengkapnya

Presiden Joko Widodo bersama jajaran terkait dalam rapat terbatas yang membahas soal Kartu Prakerja, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/1/2019) (Setkab)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori Yusuf turut angkat bicara terkait pemberian grasi Presiden Joko Widodo kepada terpidana korupsi, mantan Gubernur Riau Annas Maamun.

Bukhori menyesalkan langkah Presiden Jokowi tersebut. Sebab, grasi yang diberikan tidak sejalan dengan semangat pemberangusan korupsi.

Grasi yang diterima Annas Maamun, membuat PKS tidak yakin dengan komitmen Jokowi dalam menggiatkan antikorupsi.



Sindir Sikap Zulhas ke Jokowi, Amien Rais: Kok Takut Sama Orang Gitu Loh

"Kalau kita lihat runut ke dalam bagaimana pemerintahan Jokowi jilid II-Jilid I itu kemudian mengeluarkan grasi, terus terang kami sangat menyayangkan. Karena itu tidak sesuai dengan semangat pemberantasan korupsi," ujar Bukhori Yusuf dalam sebuah acara di Jakarta, Minggu (8/12).

Bukhori mengatakan, pihaknya tidak menerima alasan kemanusiaan seperti faktor usia dalam pemberian grasi kepada Annas. Sebab, kata dia, alasan itu dirasa terlalu subjektif.

Menurutnya, narapidana yang sudah lanjut usia seperti Annas jumlahnya sangat banyak. Menilik dari data, dia mencatat ada 4.408 narapidana lansia yang hingga kira mendekam di dalam penjara. Akan tetapi, mereka tidak menerima grasi dari Jokowi seperti yang dialami oleh Annas.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengeluarkan grasi kepada Annas Maamun. Pelaku korupsi atas kasus alih fungsi hutan di Riau itu menerima keringanan penahanan dari tujuh tahun menjadi enam tahun. Pada tahun 2020, Annas akan menghirup udara bebas.

Sebut Dirut Garuda Tak Cukup Dipecat, Ini Permintaan Bamsoet ke Erick Thohir
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita