Jitunews.Com
15 November 2019 11:45 WIB
Dibaca 83 x

Olimpiade Sains dan Karya Inovasi Digelar Kemenag untuk Mahasiswa PTKI

Simak berita selengkapnya

Dok. Kemenag ()

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag menggelar Olimpiade Sains dan Karya Inovasi-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI-PTKI). Pembukaan kegiatan ini dilakukan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim, di Rumah Dinas Walikota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (14/11).

Pada kesempatan tersebut turut hadir Pejabat Walikota Makassar, Muhammad Iqbal Samad Suhaeb, sejumlah Rektor PTKIN, pejabat UIN Alauddin Makasar, Kepala Kemenag Kab/Kota se-Provinsi Sulawesi Selatan, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN se-Indonesia, dan peserta Olimpiade Sain dan Karya Inovasi (OSKI) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

“Penyelenggaraan Olimpiade Sain dan Karya Inovasi (OSKI) antar perguruan tinggi keagamaan Islam ini merupakan atas kebijakan transformasi kelembagaan PTKI. OSKI merupakan jawaban atas distingsi PTKI dibanding dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya,” tegas Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim, di Makassar.



Pemerintah Bahas Investasi Industri Farmasi dan Sertifikasi Halal, Menag: Dorong Obat-obatan Diproduksi Dalam Negeri

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyampaikan ada tiga alasan kebijakan transformasi kelembagaan PTKIN. Pertama, dunia perguruan tinggi di Indonesia membutuhkan sarjana dengan dua keahlian akademik, bidang keislaman dan saintek.

“Idealnya, perguruan tinggi keagamaan Islam membutuhkan sosok luaran semisal Ibnu Sina, yang ahli di bidang kedokteran juga ahli di bidang keislaman, Al-Khawrizmi yang ahli di bidang Matematika juga ahli di bidang disiplin keislaman, dan sejumlah tokoh-tokoh lainnya,” jelasnya.

Alasan kedua, transformasi kelembagaan dari IAIN ke UIN memiliki fokus ke integrasi keilmuan. Integrasi keilmuan ini menjadi core bussines-nya fakultas atau prodi-prodi rumpun sain dan teknologi pada UIN atau IAIN. PTKI didorong untuk mampu membangun relasi yang baik antara Islam dan ilmu pengetahuan (sains).

Alasan ketiga menurut Arskal Salim, PTKI diharapkan menjadi kiblat destinasi studi-studi keislaman dunia, termasuk di bidang sain dan teknologi. “Institusi PTKI harus bisa menjadi lokus bagi masyarakat dunia untuk menempa ilmu pengetahuan keislaman dan sain sekaligus,” tungkasnya.

 

Ditulis oleh: danny wahyudi

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Menag Dukung Gagasan Menko PMK Tentang Kursus Pra Nikah
Halaman:

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita