Jitunews.Com
15 November 2019 11:10 WIB
Dibaca 72 x

Menag Dukung Gagasan Menko PMK Tentang Kursus Pra Nikah

Simak berita selengkapnya

Dok. Kemenag ()

Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy memberikan gagasan tentang kursus pra nikah. Menteri Agama Fachrul Razi pun menegaskan pihaknya mendukung gagasan tersebut karena hal tersebut sejalan dengan program bimbingan perkawinan (bimwin) yang sudah diselenggarakan Kementerian Agama sejak dua tahun terakhir.

"Bimbingan Perkawinan digelar untuk membekali calon pengantin dalam merespon problem perkawinan dan keluarga. Juga mempersiapkan mereka agar terhindar dari problema perkawinan yang umum terjadi, serta meningkatkan kemampuan mewujudkan keluarga sakinah,” jelas Menag di Jakarta, Jumat (15/11).

Menurut Menag, Bimwin yang ada adalah revitalisasi dari kursus pra nikah beberapa tahun sebelumnya yang dipandang kurang efektif membekali calon pengantin (catin). Untuk Bimwin Catin ini, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama juga sudah menerbitkan petunjuk pelaksanaan atau juklaknya. Kegiatan ini dilakukan dengan tatap muka selama dua hari, menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa.



Hadir Pada 100 Hari Wafat Mbah Moen, Wamenag: Saya Banyak Belajar Politik dari Beliau

“Pada tahun 2018, pelaksanaan bimbingan perkawinan menjangkau 125.132 pasangan catin di 34 provinsi. Tahun ini, sampai Oktober 2019, penyelenggaraan bimwin yang masuk laporan sudah mencapai 59.291 catin,” jelas Menag.

Menag juga mengakui bahwa jangkauan pelaksanaan bimwin cetin masih jauh dibanding dengan catin yang melakukan 2 juta perkawinan dalam setahun. Gagasan Menko PMK diharapkan dapat disinergikan dengan program bimwin sehingga pelaksanaannya bisa semakin massif.

“Sampai saat ini, Kemenag sudah memiliki 1.928 fasilitator bimwin yang sudah lulus bimbingan teknis. Ini hanya dari unsur Penghulu dan Penyuluh Kemenag, serta Ormas Islam,” tutur Menag.

Bimbingan perkawinan dalam rangka mempersiapkan keluarga yang baik memang tidak hanya dilakukan oleh Ditjen Bimas Islam melalui bimbingan keluarga Sakinah. Di Kemenag, ada bimbingan keluarga Sukinah (Ditjen Bimas Hindu), keluarga Kristiani (Kristen), keluarga Bahagia (Ditjen Bimas Katolik), dan keluarga Hittasukhaya (Ditjen Bimas Buddha).

Aplikasi Bimwin ini didesain untuk memberikan layanan bimbingan perkawinan secara online. Melalui aplikasi ini, masyarakat, khususnya catin, dapat mengakses semua informasi tentang perkawinan dan keluarga dari berbagai aspek.

Selain Bimwin, lanjut Fachrul, Kemenag juga telah mempersiapkan program transformasi KUA melalui Pusat Layanan Keluarga (Pusaka) Sakinah. Ada tiga aspek program Pusaka Sakinah, yaitu: penanganan isu-isu perkawinan, seperti perceraian, KDRT, dan kawin anak; pengembangan dan pengelolaan jejaring kerja lokal di kecamatan, baik dengan petugas puskesmas, penyuluh KB, tokoh masyarakat, majelis taklim; dan penguatan moderasi beragama berbasis keluarga.

“Dalam lima tahun ke depan, Kemenag menargetkan ada 500 KUA Pusaka Sakinah, atau sedikitnya 1 KUA di tiap kabupaten/kota untuk diproyeksikan menjadi KUA Model dalam pelayanan perkawinan dan keluarga,” lanjut Menag.

KUA tersebut, kata Menag, menyediakan layanan bagi remaja, calon pengantin, dan bagi keluarga muda di masa nikah. Bimbingan bagi remaja usia sekolah (14 – 19 tahun) ditujukan untuk pencegahan seks pranikah. Bimbingan remaja usia nikah untuk membangun kesiapan mental dan perlunya perencanaan matang dalam membangun keluarga perkawinan.

Bimbingan pranikah bagi catin untuk memberikan ketrampilan dalam mengelola dinamika perkawinan dlm keluarga. Bimbingan masa nikah untuk memberi ketrampilan mengelola hubungan yang berkesalingan dan berkeadilan, serta mengelola keuangan keluarga. “KUA model juga memberikan pelayanan konsultasi dan pendampingan bagi rumah tangga yang mengalami permasalahan,” pungkasnya.

 

Ditulis oleh: danny wahyudi

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Pemerintah Bahas Investasi Industri Farmasi dan Sertifikasi Halal, Menag: Dorong Obat-obatan Diproduksi Dalam Negeri
Halaman:

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita