Jitunews.Com
5 November 2019 16:28 WIB

Tetapkan 5 Program Unggulan, Kemenkop dan UKM: Produk Lokal Selevel dengan Produk Import

simak penjelasannya

(istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Koperasi Dan Usaha' Kecil Dan Menengah (Kemenkop dan UKM) bertekad untuk membawa produk-produk Koperasi dan UKM memiliki daya saing tinggi agar bisa masuk dalam global value chain.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun dan menetapkan 5 (lima) program unggulan guna menembus global value chain tersebut.

“Lima program ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan Koperasi dan UMKM yang jumlahnya lebih dari 60 juta itu sebagai andalan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penyerapan tenaga kerja, terutama di tengah situasi perekonomian global yang kurang baik saat ini," ujar Teten di kantor Kemenkop dan UKM, Jakarta, Selasa (5/11).



Rhenald Kasali: Kolaborasi Kementerian Bangun Daya Saing Produk UKM Adalah Keniscayaan

Menurutnya, program strategis pertama yang akan dilakukan adalah memperbesar akses pasar baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sehingga tercipta peluang dan permintaan terhadap produk-produk Koperasi dan UMKM.

“Kedepan pelaku Koperasi dan UMKM dapat bekerja maksimal tanpa perlu takut produknya tidak bisa dipasarkan. Salah satu cara adalah dengan mendukung dan membantu penjualan secara online, dengan membuat regulasi agar perusahaan aplikasi dari luar negeri turut mempromosikan dan menjual produk Koperasi dan UMKM kita,” kata dia.

Sedangkan untuk program strategis kedua adalah peningkatan kualitas produksi dan inovasi untuk meningkatkan daya saing produk dan jasa yang dihasilkan.

“Kita bantu menyediakan teknologi dan sarana pendukung, untuk memperbaiki kualitas dan kapasitas pmduksi yang bisa digunakan secara kolektif,” katanya.

Tak hanya itu, Teten menambahkan bahwa Kemenkop Dan UKM juga akan membantu sertifikaai produk-produk baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri sehingga dapat bersaing di pasar global.

Teten menambahkan untuk program strategis ketiga menyangkut agregasi pembiayaan yang akan menjadi solusi untuk meningkatkan pertumbuhan Koperasi dan UMKM.

“Kami sudah mengadakan pembicaraan dengan instansi dan lembaga terkait untuk mencari skema pembiayaan yang tepat, dengan membangun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar untuk menjadi off-taker produk UMKM dan avalis untuk pembiayaan,” jelasnya.

Selain itu, Teten menekankan pentingnya kelancaran dan ekiensi transaksi bagi UMKM seperti digital payment dan juga kelancaran logistik sehingga memperkuat daya saing.

Program strategis keempat adalah pengembangan kapasitas manajemen dan usaha Koperasi dan UMKM yang diwujudkan antara lain melalui pemberian konsultasi, pelatihan dan pendampingan oleh para ahli.

“Selain untuk memperbaiki kualitas layanan, program ini diharapkan dapat menambah pengetahuan untuk memasarkan produk ke luar negeri,” tambahnya.

Dan untuk program strategis kelima adalah memberikan kemudahan dan kesempatan mengembangkan usaha bagi Koperasi dan UMKM.

Teten menilai dengan langkah ini, maka produk-produk lokal memiliki kesempatan yang sama untuk ditempatkan sejajar dengan produk-produk impor di mal-mal besar di Indonesia maupun negara sahabat.

“Kementrian Koperasi dan UKM juga menargetkan untuk menumbuhkan usaha dan startup-startup baru di kalangan anak muda dengan melibatkan universitas dan pusat-pusat UKM sehingga pengusaha muda tumbuh dengan signifikan,” kata Teten.

Dalam hal ini, Teten menegaskan sangat perlu menyediakan playing field atau ladang usaha yang sama bagi Koperasi dan UMKM dengan importir.

Oleh karena itu, lanjut Teten, perlu didukung dengan insentif seperti pajak. Selain itu akan ada pendampingan dan mitigasi hukum bagi pelaku Koperasi dan UKM dari berbagai ancaman masalah, termasuk melindungi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang mereka miliki dan juga perlindungan dari resiko fraud.

“Kedepannya Koperasi dan UMKM Indonesia yang memiliki potensi di sektor unggulan seperti perkebunan, pertanian, perikanan, fashion, makanan dan minuman, home decor, kerajinan dan pariwisata dapat benar-benar menjadi andalan dalam menggerakkan pertumbuhan perekonomian lndonesia melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan devisa,” pungkasnya.

Kurangi Impor BBM, Pelindo III Manfaatkan Listrik PLN untuk Layani Kapal
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar,  Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita