Jitunews.Com
25 Oktober 2019 15:35 WIB

Rhenald Kasali: Kolaborasi Kementerian Bangun Daya Saing Produk UKM Adalah Keniscayaan

Simak berita selengkapnya

Guru Besar UI Rhenald Kasali usai menemui Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jumat (25/10). (Doc Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tantangan era ekonomi distribusi akan semakin berat dihadapi. Belum lagi dampak perang dagang AS dan Tiongkok. Konsekuensi yang harus dihadapi adalah banjirnya barang impor ke Indonesia.

Pemerintah mendorong pengembangan UKM dengan dengan strategi sinergi antar kementerian dan lembaga. Hal ini bertujuan agar produk UKM Indonesia berdaya saing dan bisa masuk pasar internasional.

Hal itu dipaparkan Guru Besar UI Rhenald Kasali, usai menemui Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jumat (25/10).



Pemerintah Kucurkan Dana Rp7,5 Triliun Subsidi Bunga KUR

"Kita perkuat daya saing produk UKM di pasar domestik, serta kita dorong agar kompetitif di pasar internasional," tandas Rhenald.

Rhenald menyebutkan pihaknya sudah berkolaborasi di beberapa Kementerian BUMN sudah ada Rumah Kreatif Bersama, di Kementerian Desa sudah ada Bumdes dan Pekades.

"Ini sudah ada produknya, sehingga kita tinggal perlu mendorong untuk bisa masuk ke pasar luar," ucap Rhenald.

Dia juga berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata sudah membangun 10 destinasi baru, yang akan mampu mendatangkan banyak turis mancanegara.

"Sayangnya, produk oleh-oleh kita masih monoton. Ini yang harus disinergikan dengan plattform-plattform yang ada," tukas Rhenald.

Di sektor pertanian, Rhenald juga melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan. Diperlukan terhadap produk agar dapat menembus perdagangan internasional.

"Banyak produk peternak lokal yang sudah mampu menangkar burung-burung langka tapi masih terhambat regulasi. Padahal, di negara maju, itu sudah menjadi komoditas perdagangan. Pokoknya, semuanya itu harus kita dorong masuk ke pasar global, di samping upaya memperkuat pasar domestik," jelas Rhenald.

Dalam kesempatan ini masih ada sejumlah produk yang regulasinya masih sulit dan mengekang dampaknya produk lokal tidak berdaya saing.

"Kita harus bikin produk lokal mampu berdaya saing kuat," kata Rhenald.

Regulasi yang dibuat untuk memproteksi produk UKM dengan cara melarang produk negara lain masuk ke Indonesia.

"Justru, tugas pemerintah yang harus membuat produk UKM lebih kompetitif, termasuk dari sisi harga. Karena, dari sisi kualitas, sudah banyak produk UKM kita yang bagus-bagus," tegas Rhenald lagi.

Rhenald juga optimis Kementerian Kemenkop dan UKM di bawah komando Teten Masduki di Kemenkop dan UKM.

"Pasalnya, Teten merupakan sosok yang berasal dari istana, yang tentunya akan lebih mudah melakukan sinergi dan kerjasama antar kementerian dan lembaga," pungkas Rhenald.

Kementerian PUPR Percepat Sertifikasi dan Bimbingan Teknis kepada Tenaga Kerja Kontruksi
Halaman:
  • Penulis: Nurman Abdul Rohman,  Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita