Jitunews.Com
23 Oktober 2019 13:19 WIB

Kemenperin: SNI Usaha Melindungi Industri dan Investasi Dalam Negeri

SNI diberlakukan untuk produk-produk yang berkaitan dengan K3L

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara (Kemenperin)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Banyak negara yang memberlakukan kebijakan non-tarif atau Non-Tariff Measures (NTM) untuk melindungi dan mengamankan investasi di dalam negerinya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara, mengatakan pemerintah juga melakukan hal sama untuk melindungi industri dalam negeri dari serbuan produk impor.

“Banyak negara di dunia yang memanfaatkan standar, regulasi teknis dan prosedur penilaian kesesuaian sebagai instrumen untuk mengamankan industri dalam negerinya dari serangan produk-produk impor yang tidak berkualitas,” ujar Ngakan dalam acara Forum Standardisasi Industri di Jakarta, Selasa (22/10).



Begini Cara Kemenperin Genjot Daya Saing Industri

Ngakan menjelaskan sejak tahun 1994, Pemerintah meratifikasi persetujuan pembentukan WTO melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang pengesahan Agreement Establishing the WTO.

Hal ini mendorong Indonesia untuk menyiapkan diri menghadapi era globalisasi dengan suasana persaingan perdagangan yang semakin ketat.

“Hal tersebut juga menimbulkan konsekuensi bahwa segala bentuk hambatan perdagangan khususnya hambatan tarif secara bertahap harus diturunkan,” ungkapnya.

Menyikapi hal ini Indonesia menyiapkan instrumen berupa standarisasi produk yang kita kenal dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara wajib.

SNI diberlakukan untuk produk-produk yang berkaitan dengan Keamanan, Kesehatan, Keselamatan manusia dan Lingkungan (K3L).

“Standardisasi industri merupakan salah satu instrumen kebijakan yang dapat berfungsi ganda, yaitu untuk meningkatkan akses pasar luar negeri dan menekan laju impor,” terangnya.

Eksistensi Material Center di Bandung, Pacu Produktifitas IKM Cangkul

Halaman:
  • Penulis: Nurman Abdul Rohman,  Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita