Jitunews.Com
22 Oktober 2019 20:33 WIB

Prabowo Masuk Kabinet, Pengamat Politik LIPI: "Gerindra Bakal Ditinggal Pendukung"

simak penjelasannya

(kabar24-bisnis.com)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Usai bertemu Jokowi di Istana, Prabowo secara resmi mengumumkan akan membantu Presiden Joko Widodo dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Prabowo juga menyebut bahwa dirinya diminta secara langsung oleh Jokowi untuk membantu bidang pertahanan.

"Saya diizinkan untuk menyampaikan membantu beliau di bidang pertahanan," ujar Prabowo di Istana Negara pada Senin, 21 Oktober 2019.

Pengamat politik Syamsuddin Haris menanggapi bahwa keputusan Prabowo Subianto dalam menerima tawaran menteri dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini tidak strategis. Ia bahkan menduga dukungan Gerindra akan banyak berkurang di Pemilu 2024 mendatang.



Yasonna Laoly Kembali Jabat Menkumham, Netizen: "Padahal Ngga Ada Prestasinya..."

"Saya menduga kuat (Gerindra) akan ditinggalkan dalam pemilu akan datang. Partai Gerindra akan makin kecil akibat kekecewaan,” ujar Syamsuddin, Selasa (22/10).

Dia menambahkan kekecewaan itu terutama akan datang dari pendukungnya yang selama ini kontra dengan Jokowi. Sedangkan para pengurus Gerindra, menurutnya, akan tetap patuh dengan keputusan Prabowo.

"Apa yang dilakukan Prabowo itu yang diyakini sebagai yang paling baik bagi pengurus,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurut Syamsuddin, jabatan publik apalagi menteri bagaikan ATM bagi partai politik. Apalagi Prabowo yang mengaku akan menduduki pos Menteri Pertahanan, dimana memiliki pos anggaran yang tergolong besar.

"Parpol itu tidak punya sumber dana yang jelas. Nah, sumber dananya itu adalah ya jabatan publik itu,” kata peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini.

Johnny G Plate Kandidat Utama Menkominfo?
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita