Jitunews.Com
10 Oktober 2019 13:19 WIB

Facebook Temukan Akun Buzzer Separatisme Papua

simak penjelasannya

(the verge)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tim Cybersecurity Facebook menemukan dan telah menghapus ratusan akun palsu yang digunakan sebagai buzzer untuk menyebarkan isu Papua Barat. Akun-akun yang ada di Facebook dan Instagram tersebut berisi konten-konten berbahaya bagi keamanan negara yang mendukung gerakan separatisme di Papua Barat.

“Orang-orang di belakang jaringan ini menggunakan akun palsu untuk mengelola Facebook Pages, menyebarkan konten mereka dan mengarahkan orang ke situs di luar platform. Mereka terutama memposting dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia tentang Papua Barat dengan beberapa Halaman berbagi konten untuk mendukung gerakan kemerdekaan, sementara yang lain memposting kritik terhadapnya,” tulis Head of Cybersecurity Policy Facebook, Nathaniel Gleicher dalam laporannya dilansir dari detik.com.

“Ada total 145 akun, yakni 69 akun Facebook, 42 Facebook Pages, dan 34 ajun Instagram,” ujar Nathaniel.



Wamena Mulai Kondusif, TNI Gunakan Pesawat Hercules dan Helikopter untuk Memulangkan Pengungsi

Parahnya lagi, jumlah follower dari akun-akun tersebut ternyata sangat besar. “Ada sekitar 410 ribu orang yang mengikuti akun Facebook, dan sekitar 120 ribu akun mengikuti akun Instagram tersebut.”

Nathaniel juga menambahkan bahwa untuk melancar aksinya, perancang aksi tersebut menghabiskan dana dengan total miliaran Rupiah.

“Koordinator aksi ini menghabiskan total USD300 atau Rp4,2 miliar hanya untuk di platform Facebook saja,” ujarnya.

Dia juga melaporkan, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, dia menemukan ada satu pihak yang terkait erat dengan semua kejadian ini.

“Meskipun orang-orang di balik kegiatan ini berusaha menyembunyikan identitas mereka, penyelidikan kami menemukan tautan ke perusahaan media di Indonesia bernama InsightID,” pungkasnya.

Belum Tertangkap, Polisi Buru Aktor Intelektual Kerusuhan Papua
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita